BeritaLokal, Jakarta – MacBook Neo, laptop paling terjangkau Apple sejak 2026, menempuh perjalanan yang tak mudah setelah menjadi sasaran kritik dari kompetitor, yaitu AMD. Perusahaan teknologi raksasa ini mengkritik kelemahan sistem game PC di laptop entry-level Apple tersebut, meski MacBook Neo tetap menarik minat pengguna karena performa kuat dan desain elegan.
Selain itu, AMD membandingkan MacBook Neo dengan laptop Windows berbasis Ryzen 200 Series, mengungkapkan bahwa sebagian besar game PC populer tidak mendukung mode native di perangkat Apple. Dalam materi iklan, AMD menyebutkan bahwa “15 dari 20 game PC teratas” masih memerlukan penggunaan software tambahan seperti Parallels atau Crossover untuk berjalan secara natif. Meski demikian, MacBook Neo tetap menawarkan akses ke pustaka game besar melalui fitur Game Hub.
Perangkat ini dibekali chipset A18 Pro yang memberikan performa kuat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk rendering grafis modern dengan API MetalFX. Namun, keterbatasan pada dukungan game native menjadi kelemahan utama. AMD menegaskan bahwa meski ada solusi alternatif, pengalaman natif tetap dibutuhkan untuk pengguna yang menggantungkan gameplay PC.
Dalam wawancara dengan Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, MacBook Neo ditujukan untuk mendorong Apple masuk pasar Gen Z dan first buyer. Ia menyebut bahwa laptop ini menjadi solusi bagi konsumen yang terkendala daya beli, terutama pengguna muda atau baru memulai kerja. “MacBook Neo adalah langkah strategis untuk menjangkau segmen yang sebelumnya tidak bisa diakses,” kata Joy.
Harga MacBook Neo mulai Rp 10,4 juta, membuat perangkat ini lebih mudah dicari oleh konsumen yang ingin masuk ke ekosistem Mac tanpa harus membeli MacBook Air atau Pro. Jika dilihat dari persaingan harga, MacBook Neo dipasarkan pada momen harga elektronik global naik, sehingga menarik perhatian pasar luas.
Spesifikasi MacBook Neo mencakup desain aluminium ringan, prosesor A18 Pro dengan 2 core Zen 4 dan 4 core Zen 4c, serta GPU Radeon 740M. John Ternus, Senior Vice President Hardware Engineering Apple, mengatakan bahwa perangkat ini “menghadirkan keajaiban Mac dengan harga terjangkau” sejak USD 599.
Sementara itu, kritik dari AMD menunjukkan bahwa MacBook Neo masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut dalam bidang game. Namun, perangkat ini tetap menjadi pilihan kuat untuk produktivitas harian, daya baterai tinggi, dan pengalaman macOS yang menguntungkan bagi pengguna yang ingin menikmati keuntungan Apple Silicon tanpa harus berbelanja di kelas lebih mahal.