BeritaLokal, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar rapat maraton dengan PT PLN (Persero) untuk menangani krisis pasokan listrik yang terjadi di beberapa daerah. Pemerintah memastikan bahwa pemadaman listrik tidak dipengaruhi oleh gangguan dalam pasokan batu bara ke pembangkit listrik, meski kondisi ini masih mengganggu sistem kelistrikan nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, memastikan bahwa rapat intensif ini dimulai sejak Kamis malam dan dihadiri langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. “Hari kemarin ada pertemuan antara Pak Menteri dengan PLN, dan hari ini juga Pak Dirjen Ketenagalistrikan memanggil jajaran direksi PLN,” kata Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Erani menegaskan bahwa tidak ada kendala pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN. “Secara umum tidak ada masalah, seharusnya aman. Kan sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan batu bara untuk PLN,” ujarnya. Ia menekankan bahwa ancaman krisis pasokan batu bara seperti pada Januari 2022 tidak akan terulang, meski pemerintah masih mengunci alokasi ratusan juta ton batu bara untuk menjaga ketahanan energi nasional. “Kalau dikatakan bahwa masalahnya karena batu bara langka, itu tidak benar. Penugasan Domestic Market Obligation (DMO) kita sudah mencapai 170 juta ton,” kata Bahlil Lahadalia, menegaskan kebijakan tersebut.
Selain itu, Bahlil mengakui adanya gangguan teknis pada sistem permesinan pembangkit PLN. Ia berjanji bahwa kendala ini akan segera dituntaskan dalam waktu dekat. “Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang dilaporkan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” kata Bahlil.
Rapat maraton ini juga bertujuan untuk memastikan konsistensi pasokan listrik selama musim kemarau yang sedang mengguncang sistem energi nasional. Pemadaman massal terjadi di beberapa wilayah, dan pemerintah tetap memperketat koordinasi dengan PLN agar masalah teknis segera diatasi.
Sementara itu, Menteri Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa dirinya telah memanggil manajemen PLN untuk membahas kendala teknis yang berdampak pada pemadaman listrik. Rapat tersebut dilaksanakan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam, dengan menegaskan bahwa permasalahan tidak terkait kelangkaan batu bara.