Laporan dari St. Petersburg: Putin Pamer Kekuatan Ekonomi BRICS

Putin mengklaim terjadinya pergeseran dalam peta ekonomi global di panggung SPIEF 2026.

PerbesarPresiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato sambutan dalam SPIEF 2026 Plenary Session di St. Petersburg, Jumat (5/6/2026). (Dok./Khairisa Ferida)

, Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa kelompok BRICS kini menguasai sekitar 40 persen produk domestik bruto (PDB) dunia berdasarkan purchasing power parity (PPP). Angka ini melampaui kelompok negara-negara G7 yang menurutnya memiliki porsi kurang dari 29 persen.Berpidato pada sesi pleno St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Putin menuturkan bahwa BRICS telah menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir.

 

“BRICS telah melampaui G7 sejak 2020 dan kesenjangan ini terus melebar,” kata Putin.

 

Menurut Putin, hampir 49 persen pertumbuhan ekonomi dunia dalam lima tahun terakhir berasal dari negara-negara BRICS, sedangkan kontribusi G7 sekitar 18 persen. Ia juga mengutip proyeksi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan ekonomi negara-negara BRICS akan tumbuh lebih dari 4 persen per tahun, sementara G7 sekitar 1,1 persen.

 

Putin memaparkan bahwa perdagangan antarnegara anggota BRICS telah melampaui US$ 1 triliun per tahun. Ia menyebut pangsa BRICS dalam ekspor barang dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 25 tahun terakhir dan tahun lalu mencapai hampir 25 persen.

 

Dalam pidatonya, Putin mengkritik sistem ekonomi dan keuangan global yang selama ini didominasi negara-negara Barat. Menurut dia, infrastruktur pembayaran, logistik, teknologi, dan keuangan internasional semakin sering digunakan sebagai instrumen tekanan politik.

 

“Apa yang disebut sebagai sistem universal dan netral pada kenyataannya semakin sering digunakan sebagai alat tekanan politik dan persaingan yang tidak adil,” ujarnya.

 

Putin turut menyinggung sanksi Barat terhadap Rusia serta pembekuan aset Rusia di luar negeri. Ia menyebut pembekuan cadangan devisa Rusia sebagai pencurian.

 

Dalam kesempatan yang sama, Putin mengungkapkan bahwa banyak negara mulai beralih ke penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan internasional, mengembangkan sistem pembayaran alternatif, serta meningkatkan penggunaan aset digital dan mata uang digital bank sentral.

 

Menurutnya, sekitar 65 persen ekspor Rusia saat ini dilakukan menggunakan rubel.

 

SPIEF 2026 dihadiri pejabat pemerintah, pelaku usaha, investor, dan pakar dari lebih dari 130 negara.

 

 

 

error: Content is protected !!