BeritaLokal, Cibubur – Aktor Muzakki Ramdhan (16) jadi korban kekerasan fisik di mal Cibubur pada Kamis, 11 Juni 2026. Insiden berawal saat ia mengalami mual setelah naik wahana roller coaster, lalu terpental ke toilet. Dalam video yang diunggah di Instagram, ia memperlihatkan bibirnya berdarah dan menyebutkan kronologi peristiwa.
Selain itu, Muzakki mengatakan bahwa seorang pria dewasa menarik dirinya lalu menanyakan tindakan di toilet. Dengan nada tinggi, pria tersebut memperingatkan ia “nendang-nendang” pintu toilet. Muzakki berusaha menjelaskan bahwa ia tidak sengaja mengunci pintu, namun pelaku tetap menegurinya. Ia akhirnya mohon maaf dan terus dihujani tekanan dari pihak lawan.
Dalam kesaksian yang diberikan, Muzakki menyatakan bahwa badannya gemetaran karena ketakutan. Ia berlutut meminta maaf sebanyak kali, tetapi pelaku tak pernah mendengarkan. “Sudah minta maaf beberapa kali, bapak itu dorong mukaku kencang dengan telapak tangan terbuka sampai aku terdorong dan kepalaku mengenai dinding. Bibir aku berdarah,” kata Muzakki.
Kesaksian tersebut diunggahnya di medsos, mendapat respons dari selebritas lokal seperti Joko Anwar yang menyarankan laporan ke polisi serta pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi. Sementara itu, pelaku masih belum ditemukan dan kasus terus diproses oleh Polda Metro Jaya.
Kronologi insiden ini memperlihatkan ketidakseimbangan dalam interaksi antar individu di ruang publik. Muzakki mengatakan bahwa kejadian ini tidak seharusnya berujung pada kekerasan, meskipun ia terpental secara tidak sengaja. Pihak kantor kepolisian masih menyelidiki identitas pelaku dan penyebab perbuatan tersebut.
BeritaLokal, Cibubur, Aktor Muzakki Ramdhan (16) jadi korban kekerasan fisik di mal Cibubur pada Kamis, 11 Juni 2026. Insiden berawal saat ia mengalami mual setelah naik wahana roller coaster, lalu terpental ke toilet. Dalam video yang diunggah di Instagram, ia memperlihatkan bibirnya berdarah dan menyebutkan kronologi peristiwa.
Dalam kesaksian yang diberikan, Muzakki menyatakan bahwa badannya gemetaran karena ketakutan. Ia berlutuk meminta maaf sebanyak kali, tetapi pelaku tak pernah mendengarkan. “Sudah minta maaf beberapa kali, bapak itu dorong mukaku kencang dengan telapak tangan terbuka sampai aku terdorong dan kepalaku mengenai dinding. Bibir aku berdarah,” kata Muzakki.