Koperasi Desa Merah Putih Berikan Kredit Super Mikro 8% untuk Meningkatkan Ekonomi Desa

BeritaLokal, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi dengan menyediakan kredit super mikro berbunga 8%. Dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo menegaskan bahwa KDKMP tidak hanya akan berperan sebagai koperasi simpan pinjam dengan dana berasal dari simpanan anggota, tetapi juga akan menyediakan layanan kredit mikro dan super mikro.

KDKMP diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa melalui pemanfaatan berbagai fasilitas pembiayaan, termasuk kredit tanpa agunan Mekaar dengan bunga 8% per tahun. Prabowo menyebut penurunan bunga dari 22% menjadi 8% adalah langkah strategis untuk memudahkan akses ke pembiayaan bagi masyarakat yang kurang mampu. “Yang tadinya bunganya 22%, saya turunkan jadi 8%. Dibandingkan dengan 22%, lumayan 8%, betul tidak?” kata Prabowo, menegaskan kebijakan ini sebagai upaya memperkuat akses ekonomi masyarakat.

Selain pembiayaan, KDKMP diharapkan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang penyimpanan, dan layanan logistik. Prabowo menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi jalur utama penyaluran barang subsidi pemerintah agar tepat sasaran, dengan syarat barang tidak diperjualbelikan. “KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi,” ujar Prabowo, menekankan pentingnya kebijakan ini untuk mencegah penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.

Program KDKMP juga dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan memperputar uang sebesar Rp 223 triliun per tahun di desa-desa. Menurut Prabowo, program ini bertujuan memperkuat perekonomian rakyat melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, dan layanan kesehatan. “Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp 223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Selain itu, KDKMP diharapkan memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi dapat membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga adil dan stabil. Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat permainan pasar, sementara pendapatan produsen diperkirakan meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan.

Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Prabowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa. Dengan fokus pada ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan, KDKMP diharapkan mampu menjadi pelengkap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal.

Perputaran Uang Rp 223 Triliun
Presiden Prabowo menegaskan bahwa program KDKMP akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa, memperkuat perekonomian rakyat. Dalam pidatonya, Prabowo menyebutkan bahwa KDKMP menjadi pusat penyaluran barang subsidi dengan target penyaluran tepat sasaran. “Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo, menekankan pentingnya kebijakan ini untuk mencegah penyelundupan barang subsidi.

Memutus Tengkulak
KDKMP dirancang untuk memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi dapat membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga adil. Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi petani dari anjloknya harga akibat permainan pasar, sementara pendapatan produsen diperkirakan meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan. “Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” imbuhnya.

Program KDKMP diharapkan menjadi perwujudan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan layanan pelayanan yang terpadu. Dengan fokus pada ketahanan pangan, simpan pinjam, serta kesehatan, KDKMP diharapkan mampu menjadi pelengkap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal.

Artikel Terkait

0