KAI Mau Tambah Jumlah KRL Rangkasbitung

BeritaLokal, Rangkasbitung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendeklarasikan keinginan untuk menambah jumlah kereta di lintas KRL tujuan Rangkasbitung serta merombak sistem persinyalan untuk mengurangi kepadatan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan rencana ini sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan beban operasional di rute yang menjadi kawasan paling padat dalam jaringan KRL Jabodetabek.

Peningkatan Kapasitas Kereta
Selain penambahan kereta, Bobby menyatakan perlu memperkuat daya listrik aliran atas (LAA) di lintas Rangkasbitung dari saat ini 3.000 volt menjadi 4.000 volt. Perubahan ini akan dilakukan dengan menambah 11 gardu traksi listrik, bukan hanya meningkatkan kapasitas PLN tetapi memastikan konsistensi operasi kereta. Rencana ini diusulkan untuk mengizinkan rangkaian 12 kereta (SF8, SF9, SF10, SF11, SF12) beroperasi sekaligus, sehingga kapasitas angkut bisa menambahkan 160% dari puncaknya.

Perombakan Sistem Persinyalan
Sementara itu, Bobby akan mengupgrade sistem persinyalan di Rangkasbitung dari blok tertutup (yang membatasi jumlah rangkaian kereta dalam jarak beberapa stasiun) menjadi blok terbuka. Sistem saat ini hanya mampu menempatkan satu kereta per blok, menyebabkan headway antarkedua hingga 10 menit di rute Tanah Abang-Rangkasbitung. Dengan sistem baru, kapasitas angkutan bisa ditingkatkan hingga 3-4 menit di Bogor dan Bekasi.

Alasan KRL Rangkasbitung Penuh
Pada jam sibuk, okupansi puncak rute ini mencapai 161 persen, dengan satu meter persegi mengandung hingga 8 orang. Perbandingan lainnya menunjukkan bahwa lintas Rangkasbitung menjadi kawasan padat terbesar dibandingkan rute Bogor dan Bekasi. Kendala utama termasuk kapasitas kereta yang hanya mampu menyediakan SF8 dan SF10, sementara di Bogor dan Bekasi bisa menangani 12 kereta per rangkaian.

Keberhasilan Diperlukan
Bobby mengatakan insya Allah pekerjaan peningkatan daya listrik dan perombakan sistem persinyalan akan dimulai dalam dua minggu ini. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan, mempercepat waktu tunggu, serta menyerahkan rute Rangkasbitung sebagai pilihan efisien bagi pengguna KRL Jabodetabek.

Peta Jalan:, Penambahan Kereta: SF8, SF9, SF10, SF11, SF12 (dari 5 menjadi 12 kereta per rangkaian)., Perbaikan Daya Listrik: LAA dari 3.000 volt ke 4.000 volt dengan penambahan 11 gardu traksi listrik., Sistem Persinyalan: Pindah dari blok tertutup ke blok terbuka untuk meningkatkan kapasitas angkutan.

Dengan rencana ini, KAI berharap mampu menyeimbangkan beban operasional di rute paling padat dan mengurangi risiko overload pada masa depan.

Artikel Terkait

0