Kacamata Pintar Terdeteksi, Aplikasi Antizuck Peringatkan

BeritaLokal, Jakarta – Khawatir direkam diam di ruang publik semakin menjadi sorotan seiring kemunculan aplikasi Antizuck Smart Glasses Scanner yang memanfaatkan sinyal Bluetooth untuk memberi peringatan bila ada kacamata pintar aktif di dekatmu. Buatan Albert Pariente Cohen, Antizuck kini tersedia di App Store, memungkinkan setiap pengguna iPhone mendeteksi perangkat kacamata pintar Meta, Snap Spectacles, RayNeo, dan bahkan headset VR seperti Meta Quest 3, hanya dengan memindai sinyal Bluetooth di sekitarnya.

Mengidentifikasi Kacamata Pintar via Bluetooth

Antizuck bekerja dengan menginventarisasikan semua sinyal Bluetooth yang memancar di radius sekitar pengguna. Dalam pengujian, aplikasi ini berhasil mengidentifikasi kacamata Meta ketika perangkat tersebut dalam keadaan mati atau sedang tersambung ulang, serta bisa menangkap nama dan perkiraan jarak headset Quest 3 bahkan saat mode sleep. Selain itu, Antizuck menampilkan perangkat Bluetooth lainnya, menyebut kategori jika terdeteksi, sementara perangkat seperti Even Realities G2 yang tidak dilengkapi kamera tidak diklasifikasikan sebagai ancaman. Tak seperti aplikasi serupa, Antizuck tidak memerlukan akun atau registrasi email, dan semua data tetap tersimpan di ponsel, menintegrasikan tingkat privasi tertinggi bagi pengguna yang khawatir direkam diam.

Privasi Terancam, Solusi Antizuck

Pada dasarnya, Antizuck tidak dapat menunjukkan identitas spesifik pemegang kacamata, dan tidak ada notifikasi tepat waktu saat perangkat mulai merekam atau mentransfer data. Peringatan muncul ketika kacamata dinyalakan atau kembali dinyalakan, biasanya 3 menit setelah koneksi dibuka. Meski keterbatasan ini terlihat, fitur tersebut dirancang untuk memberi peringatan dasar kepada pengguna, “Seseorang mungkin sedang merekam di dekatmu”, yang menjadi pelindung sederhana bagi mereka yang ragu akan privasi di ruang publik. Penemuan ini lahir dari ketidakpastian masyarakat terkait kacamata pintar berkamera, yang bahkan telah dilarang memakai di ruang sidang New York, memicu perdebatan publik dan komentar kontroversial dari tokoh publik.

Meskipun Antizuck menawarkan deteksi dasar, banyak penggunanya tetap memerlukan kewaspadaan keseluruhan terhadap potensi pengawasan. Peringatan ini sekaligus mengingatkan bahwa memindai sinyal Bluetooth adalah tindakan legal, namun berada di garis tipis batas privasi. Seperti mengambil foto di tempat umum, teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan niat baik-seperti membantu penyandang gangguan penglihatan, pengamat burung, atau pengguna yang mencatat struk belanja-atau sebaliknya dapat disalahgunakan.

Harga Antizuck di App Store ditetapkan US$2,99 (sekitar Rp 53.587), sesuai kurs Rupiah saat ini, sehingga banyak pengguna menganggap biaya tersebut wajar dibandingkan manfaatnya dalam melindungi privasi pribadi di era di mana peralatan cerdas semakin tersebar. Dengan semakin banyaknya kacamata pintar yang muncul di pasar, aplikasi deteksi semacam ini menandai langkah awal dalam upaya mendukung hak pengguna atas kontrol atas data yang diambil oleh perangkat mereka sendiri.

Artikel Terkait

0