Jakarta Naik 10 Peringkat di Global Liveability Index 2025, Ini Manfaat Pajak yang Dirasakan Warga

BeritaLokal, Jakarta – Dalam laporan tahunan Global Liveability Index 2025, Kota Jakarta kembali menunjukkan perbaikan signifikan dalam kualitas layanan publik dan infrastruktur. Kemenangan Jakarta dalam peringkat ke-132 dari 173 kota dunia menggarisbawahi progres pemerintahan yang terus bergerak menuju kota lebih nyaman dan inklusif.

Selain itu, peningkatan skor Jakarta sebesar 2,5 poin dibandingkan tahun lalu menunjukkan bahwa perubahan signifikan dalam upaya memperkuat layanan dasar, seperti jalan raya yang diperbaiki, sekolah yang direhabilitasi, dan fasilitas kesehatan yang lebih mudah dijangkau. Kinerja ini didukung oleh pajak daerah yang menjadi tulang punggung pendapatan asli daerah (PAD) dalam membiayai proyek pembangunan.

Infrastruktur dan Layanan Publik Jadi Faktor Pendorong
Peningkatan skor Jakarta tidak terjadi dalam semalam. Proses peningkatan ini melibatkan kerja panjang di berbagai sektor, mulai dari jalan raya hingga transportasi publik. JakLingko, sistem integrasi transportasi, dan program TransJakarta, MRT, LRT, serta angkutan kota menjadi pilar utama dalam memperkuat aksesibilitas bagi warga. Dukungan pajak daerah turut berperan dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih efisien.

Pajak Daerah Jadi Tulang Punggung Pembangunan Jakarta
Anggaran pendapatan daerah (APBD) DKI Jakarta pada 2025 mencapai Rp91,86 triliun, di mana pajak daerah menjadi fondasi utama untuk berbagai program. Dalam sektor pendidikan, anggaran sebesar Rp19,75 triliun (26,59% dari belanja) digunakan untuk Kartu Jakarta Pintar Plus, pelatihan kompetensi siswa SMK, dan perbaikan fasilitas pendidikan. Di sektor kesehatan, pajak daerah mendukung BPJS Kesehatan, pemanfaatan puskesmas, dan penyediaan alat kesehatan yang lebih mudah dijangkau.

Manfaat Pajak Dirasakan Warga dari Pendidikan hingga Transportasi
Pajak daerah tidak hanya mendukung proyek fisik, tetapi juga menopang ekonomi warga melalui pelatihan keterampilan dan bursa kerja. Dengan integrasi transportasi publik yang terhubung, masyarakat dapat mengakses berbagai moda transportasi secara efisien. Pembiayaan dari pajak juga memperkuat program penanggulangan banjir, perbaikan drainase, dan pengelolaan sampah.

Kolaborasi Pemerintah dan Warga Dorong Jakarta Lebih Layak Huni
Peringkat ke-132 di Global Liveability Index 2025 menjadi bukti bahwa pembangunan kota adalah kerja bersama. Pemerintah bertindak sebagai pemicu, sementara masyarakat mengambil bagian melalui kepatuhan dalam membayar pajak. Pajak Kendaraan Bermotor, PBB-P2, BPHTB, dan pajak daerah lainnya menjadi sumber pendapatan yang mendukung proyek pembangunan.

Dengan partisipasi warga, Jakarta dapat terus berbenah untuk menjadi kota modern, inklusif, dan layak huni. Kinerja ini menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya di bidang fisik, tetapi juga melalui kontribusi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Artikel Terkait

0