Iskandar Kunaefi Jadi Bos PT Pos Indonesia, Siap Digital

BeritaLokal, Jakarta – Profil Iskandar Kunaefi, Mantan Petinggi Persib Jadi Bos PT Pos Indonesia menorehkan babak baru bagi salah satu perusahaan pelat merah yang paling berpengaruh di sektor logistik nasional. Pada tanggal 2 Juli 2026, Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menempuh peran baru sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri. Keputusan ini menandai kembalinya seorang profesional multilateral yang telah menapaki jalur karier di industri makanan, logistik, serta investasi, guna memperkuat transformasi digital dan ekspansi jaringan pos di Indonesia.

Iskandar memulai perjalanan profesionalnya pada 1994 ketika terjun ke dunia riset logistik sebagai Analis Riset di Schiphol Airport Consulting & Management Services. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Grup Indofood, di mana ia terlibat dalam pengembangan strategi pemasaran dan rantai pasok produk olahan makanan. Pada 2009, ia beralih ke Nestlé Indofood, di mana ia bertanggung jawab atas koordinasi produksi global dan pengoptimalan distribusi ke berbagai wilayah. Selama masa kerjanya, Iskandar belajar menyeimbangkan kebutuhan konsumen dengan efisiensi operasional, keterampilan yang kemudian diaplikasikan dalam sektor logistik nasional.

Pada tahun 2012, peran Iskandar mencapai puncak ketika ia dipercaya menjadi Presiden Direktur/CEO PT Nestlé Indofood. Gelar tinggi ini menandai perlahan pula perannya di bank negara ketika ia memimpin Divisi Penasihat Bisnis sekaligus Divisi Manajemen Aset dan Investasi di PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) hingga awal 2014. Di posisi tersebut, ia mengembangkan kebijakan investasi jangka panjang dan mengawasi pengelolaan portofolio aset negara, memperkuat reputasinya sebagai manajer keuangan yang teliti. Akhir 2014 menandai transisi Iskandar ke sektor logistik ketika ia bergabung dengan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) sebagai anggota komite strategis hingga 2016, menambah lapisan pengalaman dalam pengaturan armada dan infrastruktur pengiriman.

Keterlibatannya tidak berhenti di Sislognas. Pada periode 2021 hingga 2025, Iskandar memainkan peran penting sebagai Anggota Komite Investasi PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (Jakpro). Di sini ia menjadi penghubung antara pemerintah kota dan sektor swasta, menilai potensi investasi dari perspektif urbanisasi dan smart city. Rangkaian pengalaman ini menyatu dalam kemampuan strategisnya, menjadikannya kandidat yang kuat untuk memimpin PT Pos Indonesia, sebuah organisasi yang kini tengah menapaki peta transformasi digital dengan visi memperkuat jantung logistik nasional.

Sebelum kembali ke dunia korporasi, Iskandar menutup kariernya di sektor olahraga sebagai Direktur Operasional PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Di klub Persib, ia mengimplementasikan sistem manajemen operasional yang meningkatkan efisiensi sementara strategi pengembangan suku cadang dan fasilitas latihan. Pada akhir 2024, ia mengundurkan diri dari PBB setelah menempuh lebih dari dua tahun penuh menjajaki peluang baru di dunia bisnis. Pengalaman kepemimpinan di dua sektor yang sangat berbeda mempersiapkannya untuk mengimbangi tantangan konversi PT Pos Indonesia dari perusahaan tradisional ke entitas modern yang berorientasi pada digital supply chain.

Perubahan Kepemimpinan Pos Tanpa Gangguan

Di tengah suasana perubahan, PT Pos Indonesia memastikan jalur transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa mengganggu layanan publik. Sejak pengunduran diri Daud Joseph, juru bicara PT Pos Indonesia, Corporate Secretary Iwan Gunawan, menegaskan bahwa seluruh unit operasional tetap berfungsi optimal. Sementara perencanaan strategis berjalan, perubahan kepemimpinan difokuskan pada kesinambungan sistem logistik dan pengelolaan rute. Proses pendistribusian paket, layanan pos ritel, dan layanan ekspedisi tetap berjalan tanpa henti, menjamin tidak ada kekosongan dalam pengiriman barang untuk pelanggan dan mitra bisnis.

Pengunduran diri Daud Joseph, yang dikembalikan pada 2 Juli 2026, berawal dari pertimbangan pribadi. Meski sebelumnya adakah rencana pensiun, pengunduran diri prompt ini diresapi sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi resiliensi perusahaan. Perusahaan memastikan bahwa penyesuaian struktural di fase transisi mengikuti prinsip Good Corporate Governance (GCG), menjaga integritas pemegang saham Danantara dan broker finansial, sekaligus melindungi stabilitas operasional. Kepemimpinan Iskandar, yang berpengalaman dengan GCG di berbagai lembaga, diharapkan menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang transparan.

Sementara itu, PT Pos Indonesia menjaga agar semua proyek transformasi tetap pada jalur waktu yang telah ditetapkan. Dua jadwal utama, digitalisasi sistem manajemen rantai pasokan (SCM) dan peningkatan layanan pos bendaharakan, dijadwalkan lengkap pada 36 bulan ke depan. Dengan dukungan platform cloud, automasi, serta integrasi data real‑time, perusahaan bertujuan untuk menurunkan biaya operasional hingga 15% dan meningkatkan kecepatan pengiriman di jaringan pos nasional. The goal is to secure a competitive stance in the rapidly evolving digital logistics market in Indonesia.

Pengalaman Iskandar dalam manajemen aset, penyeragaman sistem logistik, dan investasi program infrastruktur menjadi senjata potensial. Ia telah menyalurkan pengetahuan tentang penjadwalan rute cerdas dan pengoptimasian armada, strategi yang sangat diperlukan untuk memajukan sahabat perusahaan di tengah persaingan global. Di sisi lainnya, keterbukaan formulir investasi Jakpro memberi Iskandar kewaspadaan terhadap risiko tinggi di sektor publik. Kombinasi ini menandakan bahwa PT Pos Indonesia akan terus mengasah produktivitas dengan pendekatan yang menyeluruh, sekaligus menempuh kebijakan fiskal yang dinamis.

Sistem Operasional Pos Terjaga

Selama proses pendakian nilai kepemimpinan, PT Pos Indonesia menegaskan komitmen bahwa operasional tidak terganggu. CEO melalui pesan internal mengingatkan semua karyawan bahwa klien tetap menjadi prioritas utama dan layanan pos tetap dijaga kualitasnya. Melihat sejarah dan track record is sued in real life.
Dengan operasional aman, PT Pos Indonesia menjaga reputasinya di sektor layanan publik, sekaligus menegaskan kompetensinya sebagai provider jaringan logistik yang dapat diandalkan. Inilah yang menjadi landasan bagi transit ke kepemilikan pemegang saham Danantara dan mantapnya rencana ekspansi bisnis.

Potensi Strategis Iskandar untuk Pos

Pengangkatan Profil Iskandar Kunaefi, Mantan Petinggi Persib Jadi Bos PT Pos Indonesia memadukan latar belakang industri makanan, logistik, dan investasi menjadi sinergi unik. Dari perspektif strategi, Iskandar membawa pengetahuan GCG serta pengalaman langsung di Sislognas dan Jakpro. Dengan kapasitas tersebut, PT Pos Indonesia berpotensi memperkuat keunggulan kompetitifnya di era transformasi digital, menanggapi dinamika pasar logistik nasional, dan mengukir jalur ekspansi yang jelas.

Artikel Terkait

0