Investor Kakap Tanam Modal, Bukti Iklim Investasi Indonesia Menjanjikan

BeritaLokal, Jakarta – Indonesia terus menjadi daya tarik utama bagi investor global, dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan kepercayaan dunia terhadap potensi ekonomi negara ini. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, ia menegaskan bahwa investasi asing justru meningkat, meski belum ada detail spesifik tentang jumlahnya.

Roeslani mengatakan, investor besar dunia sedang mempertimbangkan untuk menanamkan modal di Indonesia, dan rencana pemberitahuan lebih lanjut akan dibahas di Istana Kepresidenan sebelumnya. Ia juga menyebutkan bahwa investasi yang masuk tetap stabil, dengan investor menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap ekonomi Indonesia. “Kami memperlihatkan data statistik dan angka konkret,” ujarnya, menolak isu tentang keterbukaan pasar.

Target investasi yang dicanangkan adalah Rp 13 triliun hingga 2029 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurut Roeslani, realisasi target ini meningkat signifikan dari periode 2014-2024, yang mencapai Rp 9,1 triliun. “Investasi yang masuk tidak hanya untuk nominal, tapi juga menargetkan dampak pada pertumbuhan ekonomi dan masyarakat,” katanya.

Pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR, ia menjelaskan bahwa keberhasilan investasi terkait dengan kinerja ekonomi. Misalnya, pada 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03 persen dengan realisasi investasi Rp 1,7 triliun. Pada 2025, angka pertumbuhan naik menjadi 5,11 persen, dengan investasi Rp 1,9 triliun. “Investor ingin melihat kontribusi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi untuk membahas strategi investasi dalam pertemuan di kediamannya, Jakarta Selatan. Dalam laporan tersebut, ia menegaskan kepercayaan internasional terhadap Indonesia, dengan minat investasi asing meningkat. “Kunjungan kerja dan rapat kerja ini menunjukkan fakta bahwa ekonomi Indonesia kini lebih dihargai dunia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dengan target Rp 13 triliun, investasi yang masuk diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan infrastruktur nasional. Dalam skenario ini, Indonesia menjanjikan jalan menuju kemandirian ekonomi dengan menggandeng investor global.

error: Content is protected !!