BeritaLokal, Jakarta – Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami kenaikan tajam pada sesi pertama perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan ini terjadi dalam konteks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat sebesar 1,43% pada sesi pertama.
Diketahui, harga saham TPIA ditutup naik 1,05% menjadi Rp 1.920 per saham, meskipun dibuka stagnan di Rp 1.900. Harga saham mencapai level tertinggi Rp 2.180 dan terendah Rp 1.860. Total frekuensi perdagangan adalah 102.272 kali dengan volume transaksi sebesar 11.331.369 saham, nilai transaksi harian mencapai Rp 2,2 triliun. Kapitalisasi pasar TPIA naik menjadi Rp 166,10 triliun.
Sementara IHSG mengalami kenaikan sebesar 1,43% hingga mencapai level tertinggi 6.230,50, sebagian besar indeks saham acuan menunjukkan tren positif. Dalam sesi pertama, 319 saham menguat, sementara 333 saham melemah, dengan 161 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.328.702 kali dan volume transaksi sebesar 22 miliar saham, nilai transaksi harian Rp 16,1 triliun.
Pada poin lainnya, sektor saham energi naik 3,01%, sektor basic melompat 4,69%, serta sektor teknologi melejit 0,95%. Sementara sektor consumer nonsiklikal turun 0,22% dan sektor keuangan terpangkas 0,24%.
Selain itu, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Konsesi Badan Usaha Pelabuhan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian ini dirancang untuk memperkuat layanan kepelabuhanan dan konektivitas logistik, mendukung kebutuhan industri nasional, terutama sektor petrokimia dan manufaktur. CPN bergerak di bidang layanan kepelabuhanan dan pengelolaan fasilitas pelabuhan untuk memperkuat ekosistem logistik nasional.
Direktur PT Chandra Pelabuhan Nusantara, Edi Rivai, menekankan bahwa konsesi ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi serta efisiensi operasional di Cilegon dan sekitarnya. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa kerja sama pemerintah dengan sektor swasta menjadi kunci dalam pengembangan infrastruktur logistik dan layanan kepelabuhanan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsesi ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, serta meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan konektivitas logistik di Banten. Dengan perkembangan industri yang terus bertumbuh, kebutuhan layanan kepelabuhanan dan infrastruktur logistik yang andal juga akan semakin meningkat.
Artikel Terkait
Kripto: Market Cap Stablecoin Turun Rp 180 Triliun
13 Juli 2026
SK Hynix Menyusul Micron Masuk Jajaran Perusahaan dengan Kapitalisasi Rp 17.824 Triliun
31 Mei 2026
Strategi Keuangan Luncur Saat BI Rate Naik ke 5,75%
20 Juni 2026
Bitcoin Dikabarkan Akan Berkurang, Analis Mengingatkan Trader Jangan Panik
20 Juni 2026
Harga Emas 20 Juni 2026: Tiga Pemecahan yang Menarik dari UBS, Antam, dan Galeri24!
20 Juni 2026
Rupiah Mengembalikan Level 18.000 Setelah Rate Melompat Kembali!
20 Juni 2026
Harga Emas Dunia Menurun Akibat Penguatan Dolar AS
20 Juni 2026
Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Bagi Bisnis Hotel
19 Juni 2026
Memuat komentar...