Intip Gerak Saham TPIA saat IHSG Melonjak pada Sesi Pertama

beritalokal.my.id, Jakarta – Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat pada sesi pertama perdagangan saham Jumat, (29/5/2026). Kenaikan harga saham TPIA ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang perlahan bergerak menguat.

Mengutip data RTI, harga saham TPIA ditutup naik 1,05% menjadi Rp 1.920 per saham. Harga saham TPIA dibuka stagnan di Rp 1.900 per saham. Harga saham TPIA berada di level tertinggi Rp 2.180 dan terendah Rp 1.860 per saham. Total frekuensi perdagangan 102.272 kali dengan volume perdagangan saham 11.331.369 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,2 triliun.  Seiring kenaikan harga saham TPIA, kapitalisasi pasar saham TPIA mencapai Rp 166,10 triliun.

Sementara itu, IHSG sesi pertama ditutup menguat 1,43% menjadi 6.217,87. Indeks saham LQ45 menguat 0,71% menjadi 624,82. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 6.230,50 dan level terendah 6.111,97. Sebanyak 319 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 333 saham melemah sehingga menekan IHSG dan 161 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.328.702 kali dengan volume perdagangan saham 22 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,1 triliun. Pisisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.870.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 3,01%, sektor saham basic melompat 4,69%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri bertambah 1,15% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 2,26%. Lalu sektor saham teknologi melejit 0,95%, sektor saham infrastruktur melesat 3,18% dan sektor saham transportasi mendaki 0,72%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,22%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,07%, sektor saham keuangan turun 0,24% dan sektor saham properti tergelincir 0,17%.

Konsesi Pelabuhan

Di sisi lain, perseroan juga mengumumkan mengenai anak usaha perseroan yakni PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) yang menandatangani Perjanjian Konsesi Badan Usaha Pelabuhan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten pada Selasa, 26 Mei 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penandatanganan konsesi ini menjadi bagian dari penguatan layanan kepelabuhanan dan konektivitas logistik untuk mendukung kebutuhan industri nasional, khususnya sektor petrokimia dan manufaktur. CPN bergerak di bidang layanan kepelabuhanan dan pengelolaan fasilitas pelabuhan untuk mendukung kebutuhan industri dan logistik nasional.

Melalui konsesi ini, CPN diharapkan dapat semakin memperkuat layanan kepelabuhanan yang terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi operasional bagi kawasan industri di Cilegon dan sekitarnya.

Direktur PT Chandra Pelabuhan Nusantara, Edi Rivai menuturkan, momentum ini tidak hanya merupakan bentuk pemenuhan aspek regulasi dan tata kelola kepelabuhanan yang baik, namun juga menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem logistik dan industri nasional, khususnya dalam mendukung daya saing industri petrokimia dan manufaktur Indonesia.

 

Kelancaran Rantai Pasok

Ia menuturkan, infrastruktur kepelabuhanan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan perkembangan industri yang terus bertumbuh, kebutuhan terhadap layanan kepelabuhanan dan infrastruktur logistik yang andal juga akan semakin meningkat.

“CPN berkomitmen untuk terus mengedepankan operasional pelabuhan yang aman, andal, dan efisien serta membuka peluang kolaborasi strategis yang memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” Edi Rivai menambahkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud menuturkan, penandatanganan konsesi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Provinsi Banten, sekaligus memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha dalam penyelenggaraan jasa kepelabuhanan.

“Kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya, inovasi teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi yang baik, pengembangan layanan dan infrastruktur kepelabuhanan diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan industri dan logistik nasional,” tutur Muhammad Masyhud.

Melalui kerja sama konsesi ini, CPN berharap dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan konektivitas logistik nasional.



error: Content is protected !!