IHSG Merosot 3,3% pada Awal Sesi Kedua

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah pada perdagangan saham sesi kedua, Jumat (5/6/2026).

PerbesarPapan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (/Johan Tallo)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada pembukaan perdagangan saham sesi kedua, Jumat, (5/6/2026). IHSG tertekan di tengah mayoritas sektor saham yang melemah.

Mengutip data RTI, berdasarkan pantauan pukul 14.12 WIB, IHSG turun 3,31% menjadi 5.648. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,8% menjadi 564. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 5.860,67 dan level terendah 5.628,6. Sebanyak 622 saham melemah sehingga bebani IHSG. 103 saham menguat dan 89 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.523.617 kali dengan volume perdagangan saham 28 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.039.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi merosot 4,7%, sektor saham basic turun 0,72%, sektor saham industri tergelincir 3,5%, dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 3,14%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal susut 3,76%, sektor saham kesehatan turun 1,47%, sektor saham keuangan melemah 4,29%. Lalu sektor saham properti terpangkas 1,3%, sektor saham teknologi susut 4,03%, sektor saham infrastruktur melemah 5,17% dan sektor saham transportasi terperosok 4,9%.

Sesi kedua, harga saham BBCA turun 5,07% menjadi Rp 5.150 per saham. Harga saham BBCA dibuka turun menjadi Rp 5.325 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.375 dan level terendah Rp 5.075 per saham. Total frekuensi perdagangan 72.338 kali dengan volume perdagangan saham 4.071.283 saham. Nilai transaksi Rp 2,1 triliun.

Harga saham CDIA terperosok 7,8% menjadi Rp 650 per saham. Harga saham CDIA dibuka naik 15 poin menjadi Rp 720 per saham. Saham CDIA berada di level tertinggi Rp 735 dan level terendah Rp 640 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.074 kali dengan volume perdagangan saham 761.756 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 52,5 miliar.

Harga saham ASPR merosot 14,65% menjadi Rp 134 per saham. Saham ASPR dibuka stagnan di Rp 157 per saham. Harga saham ASPR berada di level tertinggi Rp 158 dan terendah Rp 134 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.130 kali dengan volume perdagangan saham 1.755.583 saham. Nilai transaksi Rp 24,7 miliar.

Penutupan Sesi I Hari Ini 5 Juni 2026

PerbesarLayar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (/Angga Yuniar)

Sebelumnya,  IHSG turun 2,53% menjadi 5.692,15. Indeks saham LQ45 terpangkas 2,46% menjadi 566,63. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67 dan level terendah 5.673,92. Koreksi IHSG sesi pertama terjadi di tengah 588 saham melemah. Sementara itu, 111 saham menguat dan 109 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.322.798 kali dengan volume perdagangan saham 25,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 21,1 triliun.

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham basic yang menghijau. Sektor saham basic naik 1,01%. Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 3,94%, sektor saham industri turun 2,41%, sektor saham consumer nonsiklikal terperosok 2,48%, sektor saham consumer siklikal susut 3,27%.

Lalu sektor saham kesehatan turun 0,89%, sektor saham keuangan melemah 4,08%. Kemudian sektor saham properti terpangkas 1,05%, sektor saham teknologi turun 2,5%, sektor saham infrastruktur melemah 3,87%. Sedangkan sektor saham transportasi merosot 4,44%, dan catat koreksi terbesar.



error: Content is protected !!