IHSG Ditutup di 5.594, 626 Saham Tertekan

BeritaLokal, Jakarta – IHSG Berada di Zona Merah, 626 Saham Tertekan pada Penutupan Pagi Jumat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 4,2% pada penutupan perdagangan saham Jumat (5/6/2026), menyentuh level 5.594,76. Kinerja saham tertekan dipimpin sektor transportasi dan energi, sementara sektor keuangan dan teknologi mengalami koreksi lebih ringan. Dalam rangkaian pergerakan ini, 626 saham melemah, dengan 108 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Transaksi harian mencapai 2.190.237 kali dengan volume perdagangan 37,3 miliar saham, nilai transaksi Rp 31,4 triliun. Dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 18.020.

Sektor Transportasi dan Energi Tertekan Paling Parah
Sementara itu, sektor transportasi menjadi pionir koreksi dengan turun 5,97%. Saham TPIA mengalami kenaikan 8,13% pada penutupan sesi, tetapi di pasar negosiasi, harga saham TPIA turun 8,13% menjadi Rp 1.300 per saham. Transaksi jumbo hari ini mencapai Rp 8,8 triliun, dengan volume perdagangan 91.476.930 saham. Di pasar keuangan, IHSG mengalami koreksi terbesar di sektor keuangan, turun 3,36%, sementara sektor properti dan teknologi juga merosot masing-masing 4,02% dan 4,88%.

Saham Kecil dan Besar Tertekan Berurutan
Pada penutupan perdagangan, saham AMRT terpangkas 5,64% menjadi Rp 1.255 per saham, sementara BBNI mengalami koreksi 6,14% ke Rp 3.210 per saham. Saham BUMI turun 7,33% ke Rp 139 per saham, sementara MDIA melemah 11,76% menjadi Rp 60 per saham. Semua saham tersebut berada dalam zona merah, dengan harga tertinggi mencapai 5.860,67 dan terendah 5.594,11.

Kinerja Transaksi Harian Penuh Aktivitas
Transaksi harian saham di Jakarta mengalami kenaikan signifikan, dengan frekuensi perdagangan mencapai 2.190.237 kali dan volume perdagangan 37,3 miliar saham. Nilai transaksi Rp 31,4 triliun menunjukkan kekayaan pasar yang cukup aktif. Dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.020 mengindikasikan perekonomian domestik yang masih stabil meski tekanan harga saham terus berlanjut.

Kesimpulan
Dengan penurunan IHSG sebesar 4,2% dan kinerja saham di sektor transportasi serta energi yang tertekan, pasar saham Jakarta tetap mengalami tekanan. Meski ada pergerakan pada beberapa saham besar, konsentrasi utama terletak pada penurunan berat di sektor yang menjadi pemicu koreksi global.

Artikel Terkait

0