Harga Perak Antam Hari Ini Melambung Rp 1.600

BeritaLokal, Jakarta – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada hari Jumat (15/6/2026), mencerminkan perubahan harga global yang dipengaruhi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kenaikan harga perak Antam tercatat naik Rp 1.600 menjadi Rp 47.150, menambahkan harga perak sebelumnya di level Rp 45.550.

Selain itu, harga perak dunia mengalami kenaikan 3,8% ke level US$ 70,35, mencapai hampir US$ 71 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai yang akan membuka Selat Hormuz, memicu kembali stabilitas pasokan bahan mentah logam mulia. Harga perak batangan 250 gram dijual Rp 12.312.500 dan 500 gram Rp 23.700.000, sementara harga perak butiran murni 99,9% tercatat Rp 47.150.

Pada pekan lalu, harga emas dunia mengalami kenaikan tajam karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, serta tekanan konflik di Timur Tengah. Harga emas spot sempat menyentuh US$ 4.362,94 per ons pada awal pekan lalu, tetapi berbalik turun setelah Iran mengisyaratkan berakhirnya operasi militer terhadap Israel dan inflasi AS mencapai 4,2% secara tahunan. Harga emas berada di level terendah mingguan US$ 4.023,10 per ons Rabu sebelum kembali pulih di akhir pekan ke level US$ 4.210,52.

Analisis dari Kitco News menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam zona berbahaya, meski reli kemarin cukup kuat. Presiden Adrian Day Asset Management memandang harga emas mungkin mencapai titik terendahnya, dengan dolar AS kehilangan daya tarik sebagai aset “safe haven” karena konflik Iran mendekati akhir. Sementara itu, analis Trade Nation David Morrison menilai prospek emas jangka pendek cenderung negatif, meski kesepakatan damai dapat membawa kenaikan harga jika dolar AS terpengaruh oleh penurunan tekanan suku bunga.

Di sisi lain, Bank Sentral Australia akan tetap menahan suku bunga, sementara Bank Sentral Jepang mempertimbangkan perlahan meningkatkannya untuk menopang mata uang. Pertemuan The Fed di pekan ini diprediksi tetap menahan suku bunga, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga tinggi terus berdampak pada harga logam mulia.

error: Content is protected !!