Harga Emas Melemah, Investor Tunggu Pemutaran The Fed

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia melemah pada Selasa, 7 Juli 2026 (Rabu pagi Jakarta) seiring investor memantau meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik. Selain itu, investor juga bersiap untuk risalah pertemuan the Federal Reserve (the Fed) Juni untuk mengetahui panduan mengenai prospek kebijakan moneter. Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.141,16 per ons, sementara kontrak berjangka melemah 0,2% menjadi US$ 4.157,40. Emas batangan mencapai level tertinggi dalam dua minggu karena data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan pekan lalu mendorong pasar mengurangi harapan kenaikan suku bunga jangka pendek.

Kata kunci “Harga Emas” terus diungkapkan dalam pembahasan. Sementara itu, dolar AS tetap kuat, memengaruhi pergerakan emas yang sebelumnya mengalami tekanan dari kekhawatiran inflasi. Namun, pelemahan harga emas masih terbatas karena pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed. Menurut CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 56%, sementara J.P. Morgan memproyeksikan harga emas akan berada di kisaran US$ 4.300 per ounce pada kuartal III 2026 dan meningkat menjadi US$ 4.500 per ounce pada kuartal IV 2026.

Suku bunga the Fed tetap fokus pada pengendalian inflasi, meski pelemahan harga emas tidak berlangsung terlalu dalam. Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat cukup signifikan, memperkuat ekspektasi bahwa the Fed akan merelaksasi kebijakan moneter. Emas seringkali dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, namun ketika suku bunga naik, daya tarik emas biasanya berkurang karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Kini fokus investor bergeser ke notulen rapat Fed yang akan dirilis Rabu. Dalam peristiwa di Timur Tengah, dua kapal tanker dihantam di Selat Hormuz, dan Iran menyatakan tidak akan ada lagi pembicaraan damai kecuali Presiden AS Donald Trump menghentikan ancamannya untuk memulai kembali perang. Harga minyak sedikit naik setelah berita tersebut. Sementara itu, bank sentral China mempertahankan pembelian emas selama 20 bulan berturut-turut, dengan cadangan emas mencapai 75,44 juta troy ons murni pada akhir Juni. Hong Kong meluncurkan sistem kliring pusat untuk emas dan menghidupkan kembali perdagangan berjangka emas karena berupaya menjadi pusat cadangan regional untuk logam mulia.

Harga emas dunia terus dipantau oleh investor, dengan perubahan kebijakan moneter the Fed menjadi faktor utama dalam pergerakannya. Meski konflik di Timur Tengah memperkuat tekanan pada harga minyak, kinerja emas masih mengalami koreksi karena ekspektasi inflasi yang berjalan stabil. Dengan prediksi risalah rapat Fed dan dinamika pasar global, harga emas terus menjadi aset yang menarik perhatian investor di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan moneter.

Artikel Terkait

0