Harga Emas Dunia Turun Setelah Trump Akhiri Kesepakatan dengan Iran

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas dunia terkoreksi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakhiri kesepakatan dengan Iran, menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Pemerintah memperkuat monitoring pasar setelah konflik antara AS dan Iran kembali memicu pergeseran harga logam mulia.

Selain itu, risalah rapat The Fed (Bank Sentral AS) yang dirilis sebelumnya memengaruhi dinamika pasar. Harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$ 4.068,09 per ounce, mencapai level terendah sejak 2 Juli. Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu oleh eskalasi ketegangan kembali memperkuat tekanan inflasi.

Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah Iran mengklaim menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait. Serangan tersebut menjadi respons atas aksi militer AS yang menargetkan lokasi di Iran, sementara kapal tanker di Selat Hormuz terkena serangan. Situasi ini mendorong harga minyak melonjak lebih dari 5%, memperparah risiko inflasi.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap aset berisiko meningkat karena potensi perang. “Faktor utama adalah eskalasi ketegangan, yang memicu lonjakan harga minyak dan menurunnya daya tarik emas,” kata Meger dalam wawancara.

Risalah The Fed yang dirilis pada 16-17 Juni menyebutkan perbedaan pendapat antar para pejabat mengenai arah kebijakan suku bunga. Sebagian menilai inflasi berpotensi melandai, membuka ruang untuk penurunan suku bunga, sementara yang lain memperkirakan tekanan harga masih tinggi. “Saat ini prospek suku bunga belum jelas, pasar terus mencari informasi tambahan,” ujar Meger.

Prediksi harga logam mulia menunjukkan tren konservatif. Bank of America menyebutkan proyeksi rata-rata harga emas 2026 sebesar US$ 4.360 per ounce, meski tetap memperkirakan nilai tertinggi mencapai US$ 5.000 per ounce setelah siklus pengetatan kebijakan berakhir. Harga perak turun 2,42% menjadi US$ 58,5681 per ounce, sementara platinum dan palladium juga mengalami koreksi.

Ketegangan geopolitik terus memperkuat tekanan pada pasar logam mulia. Harga emas kini terkoreksi sejak kesepakatan dengan Iran berakhir, sementara pergerakan harga minyak dan suku bunga tetap menjadi faktor utama dalam dinamika pasar.

Artikel Terkait

0