Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026, Intip Daftar Terbaru

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, 1 Juni 2026, tercatat stabil di level Rp 2.799.000 per gram, sesuai dengan data dari situs resmi Logam Mulia. Harga ini konsisten dengan harga emas Antam sehari sebelumnya, mencerminkan dinamika pasar yang tidak berubah signifikan dalam dua hari terakhir.

Selain itu, harga buyback emas Antam juga tetap stabil di Rp 2.609.000 per gram. Dalam laporan dari Kitco, analis menilai bahwa tren konservatif dalam pasar emas masih dominan, meski ada kecenderungan naik pada akhir pekan sebelumnya. Perubahan ekonomi AS dan potensi pergeseran sentimen geopolitik menjadi faktor utama memengaruhi arah harga emas dunia.

Harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026, saat berada di Rp 3.168.000 per gram, sementara harga buyback tercatat di Rp 2.989.000 per gram. Namun, data dari survei mingguan Kitco menunjukkan kepercayaan pada kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Dalam pertemuan analisis pekan lalu, 75% analis memprediksi harga emas akan naik, sementara 17% mengharapkan koreksi, dan 8% berpendirian pada konsolidasi harga.

Di sisi lain, sentimen pasar terkait perang antara AS dan Iran dianggap sebagai pendorong positif bagi emas. Direktur Bannockburn Global Forex, Marc Chandler menekankan bahwa stabilitas senjata dapat mengurangi risiko likuidasi dan meningkatkan daya tahan harga emas terhadap tekanan inflasi. Harga emas mencapai level tertinggi di atas US$ 4.543 pada akhir pekan lalu, dengan kinerja teknikal yang menunjukkan kekuatan penembusan level support.

Analisis dari Asset Strategis Rich Checkan juga memprediksi harga emas akan naik jika kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran segera terlaksana. Ia menyebutkan bahwa perang telah mengganggu ekonomi global, tetapi perdamaian justru berpotensi membawa kenaikan inflasi yang lebih rendah dan kebijakan moneter yang lebih moderat.

Pada posisi sensitif, emas tercatat di level kuat tapi tidak stabil karena adanya ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi tinggi. Investor mengharapkan data ekonomi AS akan memberikan sinyal penting untuk menentukan arah kebijakan Fed. Dalam jadwal pekan depan, PMI Manufaktur ISM dijadwalkan rilis pada Senin, yang menjadi indikator utama aktivitas pabrik dan kondisi pasar tenaga kerja.

Harga emas kini terus dipantau oleh berbagai faktor ekonomi global, termasuk dinamika nilai dolar AS. Dengan demikian, harga emas Antam tetap menjadi titik perhatian bagi pelaku pasar yang memperbarui strategi investasi di tengah ketidakpastian dan tren konservatif dalam dunia logam mulia.

Artikel Terkait

0