[BeritaLokal], Jakarta — Bukan hanya emas yang mengalir di Tambang Emas Pani — tapi seolah dunia emas baru mulai bergerak di sana. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), baru saja mengungkapkan kejutan: di sekitar 500 meter dari lokasi tambang utama, ada “tumpukan emas” baru yang mengejutkan — 445 ribu ons emas.
Ini bukan angka yang dipilih secara acak. Ini adalah hasil dari 54 lubang bor diamond drilling yang berjalan selama enam bulan — dari November 2025 hingga April 2026. Dan hasilnya? Mineralisasi emas di Kolokoa — prospek yang berdekatan dengan Tambang Emas Pani — menunjukkan kadar 0,33 g/t, yang berarti sekitar 42 juta ton tanah yang bisa diubah jadi emas. Tapi bukan hanya beratnya yang menakjubkan — tapi juga potensinya. Karena dengan penambangan ini, total emas yang tersedia di Tambang Emas Pani naik dari 7,0 juta ons menjadi 7,4 juta ons — naik 6 persen.
“Kita bisa bilang, dalam enam bulan, kita menemukan ‘teman baru’ yang siap jadi bagian dari keluarga tambang kita,” ujar Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur EMAS. “Ini bukan sekadar tambahan — ini adalah bukti bahwa kita bisa mengubah eksplorasi menjadi sumber daya yang bisa diukur, dipetakan, dan diproduksi.”
Dan ini bukan sekadar angka. Ini adalah potensi. Kolokoa berpotensi memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada — jalan, listrik, dan sistem logistik — sehingga bisa mempercepat pengembangan. “Kita tidak perlu mulai dari nol,” tutur Boyke. “Kita hanya perlu menyesuaikan dan memaksimalkan apa yang sudah ada.”
Hasil uji coba metalurgi juga menunjukkan bahwa emas di Kolokoa bisa diambil dengan efisiensi tinggi — hingga 94% dari material oksida. Ini berarti: jika ditekan dengan benar, emas di Kolokoa bisa menjadi “teman” tambang yang bisa diproduksi tanpa harus mengubah cara kerja Tambang Emas Pani.
Dan ini bukan akhir cerita. Kolokoa masih terbuka. Di utara, selatan, bahkan di lapisan yang lebih dalam. “Kita belum selesai,” tegas Boyke. “Ini hanya awal dari sebuah ‘perjalanan emas’ yang akan terus dipetakan, dipetakan, dan diproduksi.”
Dengan Kolokoa, EMAS bukan hanya memperkuat Tambang Emas Pani — tapi juga menulis kembali sejarah tambang di Gorontalo. Karena di sini, emas bukan hanya bahan — tapi cerita yang masih terbuka, yang masih bisa ditulis, dan yang masih bisa diproduksi.
