BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan peninjauan kembali rekor kemenangan pria tenis dunia di Wimbledon 2026 setelah Novak Djokovic mengalahkan Roman Safiullin dalam babak keempat tunggal putra. Kemenangan tersebut tak hanya membuat Djokovic mencatat sejarah, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai petenis terbaik sepanjang masa.
Djokovic, yang kini berusia 39 tahun, mengamankan tiket ke perempat final dengan skor tajam 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 di Centre Court. Kemenangan ini membuatnya mencapai rekor kemenangan terbanyak di Wimbledon sejak era Federer, yang sebelumnya mencatat 105 kali menang. Rekor baru ini juga mengukir sejarah bagi Djokovic sebagai pemain putra dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam sejarah Grand Slam lapangan rumput.
Tak hanya itu, kemenangan ini menjaga peluang Djokovic meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya. Meski menghadapi perlawanan sengit dari Safiullin, yang sempat mendekati 3-5 di set pertama, pengalaman dan ketangguhan Djokovic akhirnya menjadi pembeda. Laga itu juga memperlihatkan konsistensi pemain Serbia, meski ia mengalami kesulitan dalam mengeksekusi pukulan unforced error sebanyak 37 kali.
Safiullin, yang berusia 28 tahun, tampil impresif meskipun sempat mengakhiri musim lebih cepat karena cedera. Ia membawa keuntungan dari laga tersebut, meski tidak meraih kemenangan di level Tur sebelumnya. Djokovic juga memperlihatkan emosi yang tak terkendali di set ketiga, ketika ia mengumpat dalam bahasa Serbia setelah kehilangan servis dan bahkan memukul bola dengan keras beberapa gim kemudian.
Rekor ini tidak hanya menyentuh kemenangan Wimbledon, tetapi juga mencatat sejarah bagi Djokovic sebagai pemain putra ketiga di Era Terbuka yang mampu mencapai perempat final setelah berusia 39 tahun. Ia mengikuti jejak Ken Rosewall dan Roger Federer dalam memperkuat statusnya sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang masa.
Djokovic, yang telah meraih enam gelar Grand Slam di Wimbledon, kini menunjukkan keberanian untuk menjalani perjalanan tenis yang tak terbagi. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa meski menghadapi tantangan, petenis Serbia tetap mampu memecahkan rekor dan mengubah dinamika pertandingan di London.
Artikel Terkait
Amerika Serikat Ditetapkan Bermain Lawan Belgia Meski Kontroversi
7 Juli 2026
Trump Akui Kontak FIFA, Penangguhan Kartu Merah Balogun Diperhatikan
7 Juli 2026
Spanyol Menang 1-0 Portugal di Piala Dunia 2026 dengan Gol Mikel Merino
6 Juli 2026
Cristiano Ronaldo Kehilangan Piala Dunia 2026 dengan Kegagalan Terakhir
6 Juli 2026
USA vs Belgia Piala Dunia 2026 di Lumen Field
6 Juli 2026
FIFA Menunda Sanksi Kartu Merah Balogun Piala Dunia 2026
6 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol Mulai, Live Streaming di TVRI
6 Juli 2026
Prediksi Bola Swiss vs Kolombia: Duel Kekuatan Dunia 2026
6 Juli 2026
Memuat komentar...