Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra kini mengenggam 28,50 juta saham ARCI.
PerbesarPabrik pengolahan emas Toka Tindung PT Archi Indonesia Tbk (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)
, Jakarta – Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), Rudy Suhendra membeli saham ARCI pada awal Juni 2026. Aksi pembelian saham ini untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (6/6/2026), Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra membeli 1.500.000 saham ARCI dengan harga Rp 1.036 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham ARCI mencapai Rp 1,55 miliar.
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi, ia memiliki 28.500.000 saham ARCI atau setara 0,113%. Sebelumnya, Rudy memiliki saham ARCI 27.000.000 atau setara 0,107%.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 5 Juni 2026, harga saham ARCI ditutup naik 1% menjadi Rp 1.015 per saham. Harga saham ARCI berada di level tertinggi Rp 1.065 dan terendah Rp 1.000 per saham. Kapitalisasi pasar saham ARCI mencapai Rp 25,61 triliun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,2% ke posisi 5.594,76. Indeks saham LQ45 merosot 3,9% menjadi 557,74. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Menjelang akhir pekan ini, IHSG betah berada di zona merah meski sempat menguat pada awal sesi perdagangan. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.860,67. Sedangkan di level terendah, IHSG menyentuh 5.594,11.
Tekanan IHSG itu seiring 626 saham yang melemah. Hanya 108 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Akan tetapi, transaksi harian saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.190.237 kali dengan volume perdagangan saham 37,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.020.
Sektor Saham
PerbesarKaryawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (/Angga Yuniar)
Transaksi jumbo hari ini seiring di pasar negosiasi ada transaksi saham TPIA mencapai Rp 8,8 triliun. Di pasar negosiasi, harga saham TPIA turun 8,13% menjadi Rp 1.300 per saham. Saham TPIA ditransaksikan sebanyak 14 kali dengan volume perdagangan saham 91.476.930 saham.
Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham transportasi memimpin koreksi dengan turun 5,97%. Selain itu, sektor saham energi turun 5,73%, sektor saham basic terpangkas 2,49%, sektor saham industri merosot 5,72%.
Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,79%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,72%, sektor saham kesehatan melemah 1,91%, dan sektor saham keuangan terpangkas 3,36%.
Selain itu, sektor saham properti turun 4,02%, sektor saham teknologi terpangkas 4,88%, sektor saham infrastruktur susut 5,3% dan sektor saham transportasi terperosok 5,97%.
