BeritaLokal, Semarang – UMKM tas serat alam asal Semarang, Mlatiwangi, telah berhasil menembus pasar internasional dengan dukungan dari LinkUMKM BRI. Kisah keberhasilan ini menjadi contoh kisah usaha kecil yang melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses pasar, terutama melalui program pendampingan UMKM yang disediakan oleh BRI.
Dari sebuah pesanan sederhana dari keluarga di Amsterdam, Belanda, Mlatiwangi lahir. Pemiliknya, Yuli Muhawati, mulai mengolah bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, dan rotan untuk membuat tas mukena. Awalnya, produk yang dijual masih berupa tas jadi yang dibeli kembali, namun usaha ini berkembang setelah Yuli menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri.
Dengan bantuan LinkUMKM BRI, Mlatiwangi mengembangkan produk yang memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia, seperti batik dan lurik. Produk seperti dompet koin dan kosmetik menjadi pilihan populer karena harga terjangkau dan desain unik. Program LinkUMKM BRI membuka peluang untuk mengisi produk di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, serta memperkuat penjualan melalui marketplace dan pameran seperti BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.
Jangkauan pasar Mlatiwangi mencakup Semarang, Jakarta, Medan, Papua, bahkan menembus pasar ekspor ke Amsterdam (2017) dan Brunei Darussalam (2020). Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menekankan bahwa kreativitas dalam mengolah bahan alam menjadi peluang ekonomi. “Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk unik dan bernilai tambah,” katanya. BRI terus berinovasi dalam program pendampingan UMKM untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, serta peluang pengembangan usaha.
Kisah Mlatiwangi menjadi cermin keberhasilan UMKM yang mampu berkembang melalui dukungan pemerintah dan organisasi perindustrian.