Dee Lestari Menangis Saat Rekaman Hujan Bulan Juni, Lagu dengan Banyak Keistimewaan

BeritaLokal, Jakarta – Pada hari Rabu (3/6/2026), Dee Lestari menghadiri acara hearing session di M Bloc Jakarta untuk menyampaikan lagu baru yang diberi nama Hujan Bulan Juni dalam album Jangan Jatuh Cinta. Lagu ini tidak hanya menjadi bagian dari proyek musiknya, tetapi juga memperkuat koneksi antara Dee Lestari dengan puisi pujangga Sapardi Djoko Damono.

Lagu Hujan Bulan Juni dirancang sebagai lagu live session dalam album tersebut, yang diperkirakan akan menampilkan elemen emosional dan makna budaya Indonesia. Dalam sesi ini, Dee Lestari mengakui bahwa lagu itu dibuat bersama Sapardi Djoko Damono, meski ia tidak bisa mendengarkannya karena meninggal dunia sebelum rekaman dimulai. “Ini adalah lagu istimewa di dalam album, karena saya tidak menciptakannya sendirian,” kata Dee Lestari.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Sapardi Djoko Damono yang dikenal sebagai pujangga Indonesia, Dee Lestari mohon izin untuk memasukkan lagu tersebut ke dalam proyek film Hujan Bulan Juni. Ia mengirim pesan via email kepada Sapardi, menyebutkan bahwa ia ingin merilis lagu itu di masa depan. “Pak, boleh enggak lagunya suatu saat nanti saya rilis?” tanyanya. Sapardi menanggapinya dengan meminta Dee Lestari menghargai karya sastranya dan memberikan izin untuk menggunakan puisi tersebut.

Selain itu, Hujan Bulan Juni menjadi satu-satunya lagu dalam album yang direkam secara live session, dihadirkan oleh Gardika Gigih sebagai produser dan pemain piano. Keberadaan choir Barsena Bestandhi juga memperkuat kesan emosional lagu tersebut. Dee Lestari mengungkapkan bahwa ia nangis saat rekaman, sambil menekankan pentingnya lagu ini untuk memperpanjang legacy Sapardi Djoko Damono.

Album Jangan Jatuh Cinta akan dirilis pada 10 Juni 2026, mengandung delapan lagu seperti Hujan Bulan Juni, Patah Hati, Kabarku, dan lainnya. Dalam keterangan resmi, album dianggap sebagai representasi perjalanan hati yang berisi warna-warni dan naik-turunnya kehidupan.

Sementara itu, Dee Lestari tetap memilih untuk menyimpan lagu tersebut dalam bentuk rekaman, sambil menghormati keinginan Sapardi Djoko Damono. Dengan demikian, Hujan Bulan Juni menjadi bagian dari kisah musik yang dijaga emosi dan keharmonisan antara artis dan sastranya.

Artikel Terkait

0