Bulog Perkuat Sistem Logistik Pangan dengan 100 Gudang Baru di Indonesia

BeritaLokal, Jakarta – Bulog mengakhiri tahapan finalisasi studi kelayakan rencana pembangunan 100 gudang baru di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah. Perusahaan Badan Urusan Logistik (Bulog) menargetkan proyek ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen. Proses ini memperkuat sistem logistik dan keandalan pasokan beras, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur saat ini.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan anggaran total sekitar Rp 5 triliun untuk pembangunan infrastruktur pascapanen, yang mencakup 94 unit gudang penyimpanan, enam silo gabah, delapan silo jagung, dan berbagai fasilitas pengolahan. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memastikan stok beras tetap stabil, terutama di wilayah yang rentan kondisi cuaca ekstrem seperti Natuna, Rote, dan Tidore.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa penyelesaian studi kelayakan menjadi fokus utama sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya. “Ini adalah langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional,” kata Rizal, menjelaskan bahwa proses ini akan dilanjutkan dengan mekanisme lelang sesuai peraturan. Proses finalisasi studi kelayakan juga melibatkan evaluasi teknis seperti uji soil test, analisis kemiringan lahan, dan kajian akses jalan untuk memastikan lokasi yang optimal.

Pembangunan gudang baru di berbagai wilayah, termasuk Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan, akan difokuskan pada fasilitas modern seperti dryer, rice milling unit (RMU), dan sistem mekanisasi. Di wilayah kepulauan, seperti Natuna, pembangunan gudang penyimpanan menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas pasokan beras saat kondisi cuaca ekstrem. Bulog juga memastikan seluruh tahapan proyek dilaksanakan secara matang, termasuk pengadaan infrastruktur yang tepat lokasi, fungsi, dan manfaat bagi masyarakat.

Anggaran Rp 5 triliun mencakup sekitar Rp 4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan Rp 560 miliar untuk otomatisasi serta teknologi informasi. Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memastikan cadangan beras tetap tersedia selama keadaan darurat, seperti banjir atau musim hujan ekstrem. Rizal menegaskan bahwa Bulog siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.

Pembangunan 100 gudang baru di berbagai wilayah Indonesia adalah langkah kritis dalam memperkuat sistem logistik pangan. Proses finalisasi studi kelayakan segera akan dilanjutkan dengan pengadaan melalui mekanisme lelang, sementara perusahaan fokus pada peningkatan kapasitas penyimpanan dan pengelolaan stok beras nasional. Dengan adanya infrastruktur yang modern dan terpadu, Bulog berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait

0