Belgia Bangkit, Tantang Spanyol di 16 Besar

BeritaLokal, Jakarta – Perjalanan Belgia menuju babak 8 besar Piala Dunia 2026 telah diwarnai dengan pasang surut, namun kini mereka berhasil menunjukkan ketangguhan dan menggila di fase gugur. Tim asuhan Rudi Garcia, yang sempat tersendat di awal kompetisi, kini semakin solid dan berambisi melaju ke semifinal.

Awal Sulit, Semangat Juang Tinggi

Belgia memulai perjalanan mereka di Grup G dengan performa yang kurang memuaskan, hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Mesir. Gol penyeimbang melalui upaya Romelu Lukaku yang memanfaatkan umpan Thomas Meunier berujung gol bunuh diri Mohamed Hany menandai satu-satunya poin yang diraih Belgia dalam dua pertandingan awal. Situasi ini diperburuk dengan kekalahan telak 0-1 dari Iran, di mana mereka juga harus bermain dengan hanya 10 pemain setelah Nathan Ngoy menerima kartu merah, menambah kesulitan dalam meraih hasil positif. Meski demikian, semangat juang tetap tinggi, dan momen krusial datang pada pertandingan terakhir fase grup melawan Selandia Baru. Belgia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 5-1 berkat penampilan gemilang Leandro Trossard (dua gol), Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne. Keunggulan selisih gol memungkinkan Belgia keluar sebagai juara grup, menandai awal perjalanan yang jauh dari harapan, namun membuka peluang besar bagi mereka untuk melaju lebih jauh di kompetisi ini. Laju awal yang kurang meyakinkan ini menjadi titik balik penting bagi motivasi skuad Belgia.

Kemenangan Krusial vs Senegal

Setelah finis sebagai juara grup, Belgia melanjutkan perjalanan mereka melalui babak 32 besar dengan menghadapi Senegal. Pertandingan yang berlangsung sengit berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi Belgia, berkat gol dari Lukaku, kembalinya Youri Tielemans di babak perpanjangan waktu, dan akhirnya penalti oleh Lukaku sendiri. Kemenangan ini mengukuhkan momentum positif Belgia dan mengantarkan mereka ke babak 16 besar. Pada babak 16 besar, Belgia kembali menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Amerika Serikat 4-1, berkat penampilan gemilang Charles De Ketelaere yang mencetak dua gol, serta gol tambahan dari Hans Vanaken dan Lukaku. Kemenangan ini semakin memantapkan Belgia di jalur menuju babak delapan besar. Belgia kini bersiap menghadapi tantangan berat saat meladeni Spanyol pada perempat final. Pertemuan ini memiliki sejarah panjang, mengingat Belgia pernah menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di perempat final Piala Dunia 1986. Spanyol yang saat ini belum pernah kebobolan di enam pertandingan mereka sejauh ini, akan menjadi ujian berat bagi lini pertahanan Belgia yang terus menunjukkan peningkatan produktivitas, terutama ketika Romelu Lukaku berada di lapangan. Laga pada Sabtu mendatang pukul 02.00 WIB di SoFi Stadium, Inglewood, akan menjadi pertarungan menarik antara dua tim dengan sejarah panjang di dunia sepak bola. Perjalanan Belgia menuju 8 besar, yang dimulai dengan awal yang tersendat, telah membuktikan ketangguhan dan kemampuan adaptasi mereka. Mempertimbangkan kembali performa di fase grup, peningkatan performa di fase gugur, dan pertarungan yang akan datang melawan Spanyol, nampak jelas bahwa Belgia memiliki potensi besar untuk melaju ke semifinal. Strategi manajerial Rudi Garcia dalam membangkitkan semangat tim dan memanfaatkan potensi individu pemain, khususnya Lukaku, terbukti efektif dalam membawanya ke babak selanjutnya.

Performa Belgia yang menggila di fase gugur ini menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar tim dengan pemain-pemain bintang, melainkan juga tim yang mampu bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa konsistensi dan kerja keras dapat membawa tim menuju puncak kompetisi, bahkan di tengah tantangan yang menghadang. Pertarungan melawan Spanyol akan menjadi ujian akhir bagi Belgia, dan hasilnya akan menentukan apakah mereka mampu mewujudkan mimpi mereka untuk melaju ke semifinal dan membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik di dunia.

Artikel Terkait

0