BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Korea Selatan menunjuk langkah krusial untuk menghalau ketegangan mogok kerja yang melanda divisi semikonduktor Samsung Electronics. Setelah 18 hari perdebatan yang memicu ancaman hancur pada industri, pihak berwajib menyegerakan penyelesaian negosiasi dengan menunda aksi mogok selama dua minggu. Kesepakatan akhir mengarah pada keputusan untuk memberikan bonus besar kepada karyawan divisi chip dan memori Samsung, yang diperkirakan bisa mencapai hingga USD 416.000 (sekitar Rp7,4 triliun) tahun ini.
Dilaporkan oleh GSMArena, pihak ketiga menyebutkan bahwa angka bonus tersebut sangat masif karena rata-rata gaji tahunan di Korea Selatan berada di kisaran USD 32.000 (Rp572 juta). Sementara itu, pekerja di dua divisi lainnya juga akan menerima bonus besar, meski tidak setinggi divisi chip atau memori. Kesepakatan ini diambil setelah serikat pekerja Device Solutions mengeluhkan pengalaman mereka yang lebih rendah dibandingkan rival terdekat, Hynix.
Pemerintah turun tangan dengan menunda aksi mogok hingga 27 Mei 2026 untuk membuka ruang negosiasi. Hasilnya, 74% karyawan memilih “Ya” dan menerima tawaran baru dari Samsung. Langkah ini menjadi penyelamat ekonomi negara, karena divisi memori Samsung merupakan tulang punggung industri elektronik global. Perdana Menteri Korea Selatan mengatakan bahwa kerugian bisa mencapai KRW 1 triliun (USD660 juta) jika mogok terjadi sepenuhnya.
Kesepakatan ini menunjukkan keberanian Samsung dalam mempertahankan stabilitas industri. Dengan bonus yang sangat fantastis, pihak perusahaan berharap bisa mengurangi risiko krisis SDM dan kerugian ekonomi. Meski terdengar jauh dari realitas sebelumnya, kesepakatan ini menjadi tanda bahwa kekuatan pasar chip Korea Selatan masih mempertahankan posisi dominasi global meskipun tenggelam dalam perang harga internasional.