BeritaLokal, Jakarta – Menghadapi perdebatan terkait teknologi Generative AI dalam industri game, petinggi CD Projekt Red, Michał Nowakowski, memberikan jawaban yang menarik. Ia mengatakan bahwa ia berdiskusi dengan seorang pengembang studio lain yang mengklaim memiliki proyek berbasis AI. Meski era ini tak terhindarkan, Nowakowski tetap skeptis tentang masa depan industri game jika teknologi tersebut menjadi dominan.
Dalam wawancara dengan Edge’s Knowledge di GamesRadar+, Nowakowski mengungkapkan pengalamannya dengan seorang pengembang yang mengelola studio berbasis AI. Ia menyebutkan bahwa dalam seminggu, ia bisa menciptakan 40 prototipe, dan dalam dua minggu mendapatkan lima game terbaik. “Tapi saya tak ingin memastikan apakah game tersebut memiliki jiwa seperti yang dibuat manusia,” ujarnya.
Menurut Nowakowski, game yang dikembangkan dengan ide fresh dan jiwa kreatif bisa lebih sukses daripada game berbasis AI. Di tengah persaingan rumit di industri game, ia menekankan pentingnya keterlibatan pengembang dalam proses produksi. “Saat ini, banyak game yang rilis setiap tahun dan bersaing untuk perhatian pemain,” katanya. “Jika pengembang memiliki ide segar dan jiwa, mereka bisa menghadirkan produk unik.”
Pertanyaan akhir terkait kemampuan AI mengalahkan game manusia mencuat. Nowakowski tidak menjelaskan detail lebih lanjut, tetapi menegaskan bahwa kreativitas manusia masih memiliki kekuatan dalam industri game. “Tidak ada jaminan bahwa AI bisa menggantikan manusia,” katanya.
Banyak pemain memperkirakan masa depan game berbasis AI akan terjadi. Namun, mereka juga khawatir jika teknologi tersebut mampu menggantikan kreativitas manusia. “Game yang dibuat dengan niat, semangat, dan perasaan cinta-ini masih unik,” ujar Nowakowski.
Brott menegaskan bahwa pertanyaan ini akan terus dijajaki dalam industri game. “Masa depan game mungkin tidak hanya berdasarkan AI, tetapi juga tentang bagaimana kreativitas manusia bisa tetap relevan.”
Kendati demikian, ia bersikap realistis bahwa teknologi AI memang mengubah cara produksi game, tetapi hal itu tak menggantikan keunikan dari karya manusia. “Jiwa yang ada di dalam game-ini hanyalah bagian dari kisah yang lebih besar.”