BeritaLokal, Bandung – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengambil langkah penting untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di pabrik sepatu Nike di Kabupaten Bandung. Dalam konferensi pers daring, Iqbal menyampaikan bahwa serikat pekerja akan berkoordinasi dengan pemerintah dan perusahaan untuk mencegah kejadian PHK yang bisa menimpa 4.000 karyawan yang terlibat dalam proyek produksi di pabrik tersebut.
Dalam kesempatan ini, Iqbal juga menyebutkan bahwa situasi global yang tidak stabil, terutama imbas perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, memengaruhi ketersediaan bahan baku dan kebijakan produksi. Hal tersebut membuat pihaknya berharap bisa melalui negosiasi agar pesanan produk Nike yang saat ini masih menunggu dapat dilanjutkan. “Saya akan meyakinkan PT Nike untuk tetap memperpanjang pesanan, justru mengurangi biaya produksi,” kata Iqbal.
Selain itu, Iqbal berkomitmen untuk mendorong kebijakan pemerintah yang bermanfaat bagi pengembangan industri sektor otomotif di Indonesia. Dia juga meminta pemerintah untuk memberikan relaksasi pajak kepada PT Feng Tay agar bisa mengoptimalkan produksi. “Jika biaya produksi turun, maka jumlah shift kerja bisa ditingkatkan dari 2 menjadi 3 atau 4, sehingga karyawan yang terlibat dapat tetap bekerja,” ujarnya.
Dalam rangka memastikan hak-hak karyawan, Iqbal mengingatkan bahwa jika ada karyawan yang dirumahkan, mereka harus diberikan upah sebesar 100% dari gaji rata-rata. “Saya ingin periksa kondisi tersebut, karena informasi menunjukkan karyawan terlibat dalam PHK hanya dibayar 50 persen,” tegasnya.
Pihak KSPI juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPR dan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari solusi yang lebih adil. Dalam kesempatan ini, Iqbal menegaskan bahwa upaya pemerintah dan serikat pekerja harus bersinergi agar proses produksi dapat terus berjalan dengan aman dan sehat.