BeritaLokal, Jakarta – Amerika Serikat (AS) tengah memperketat regulasi terhadap mesin ATM kripto setelah kerugian akibat penipuan mencapai US$ 333 juta pada 2025. Rancangan undang-undang bipartisan bernama Stop Crypto ATM Scams Act kini dipertimbangkan oleh Kongres untuk mencegah terus-menerusnya kejahatan finansial yang menyasar kelompok rentan, seperti lansia dan pengguna kripto pemula.
Selain itu, legislator AS mengusulkan aturan ketat bagi operator ATM kripto, dengan fokus pada penguatan pengawasan dan standar operasional untuk mencegah penipuan. Rancangan ini menetapkan batasan transaksi, verifikasi identitas, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus pencucian uang.
Data dari CoinMarketCap menunjukkan kerugian ratusan juta dolar AS akibat penipuan ATM kripto mencapai lebih dari US$ 333 juta pada 2025, sekitar Rp 5,9 triliun (dengan kurs Rp 17.718 per dolar). Penipu sering kali menyamar sebagai pejabat pemerintah, aparat penegak hukum, atau pegawai bank untuk menarik korban ke ATM kripto dengan dalih tertentu. Karena transaksi aset kripto sulit dibatalkan, banyak korban kesulitan mengembalikan dana mereka setelah transfer dilakukan.
Rancangan aturan ini membatasi transaksi maksimal US$ 2.000 per hari dan total US$ 10.000 dalam 14 hari pertama penggunaan layanan, serta menuntut operator ATM kripto untuk menampilkan peringatan potensi penipuan, melaporkan transaksi mencurigakan, dan memperkuat sistem pencegahan fraud. Dengan demikian, diperkirakan pembatasan transaksi dapat mencegah korban mengirimkan dana dalam jumlah besar sebelum menyadari dirinya menjadi sasaran penipuan.
Kebijakan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah AS yang telah lama menegaskan risiko penipuan melalui mesin ATM kripto, seperti peringatan dari FBI dan FTC. Dalam 2025, Senator Dick Durbin menyusun proposal Crypto ATM Fraud Prevention Act untuk mengurangi risiko serupa. Namun, beberapa negara bagian, seperti Delaware, tengah membahas aturan yang dapat melarang operasional mesin kripto dan meminta pencabutan seluruh mesin dalam 90 hari setelah aturan berlaku.
Peningkatan pengawasan juga terjadi di Kanada, yang mengevaluasi pembatasan lebih ketat pada penggunaan mesin ATM kripto. Dengan demikian, kebijakan AS dan negara-negara lain sedang memperkuat perlindungan konsumen dalam dunia kripto, mengantisipasi penipuan yang terus berkembang.