BeritaLokal, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang kembali mengimpor minyak mentah (crude) dari kawasan Timur Tengah setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tercapai. Meski Selat Hormuz kembali dibuka, Bahlil tetap menekankan bahwa Indonesia akan mempertahankan kebijakan transparan dalam mengelola impor migas jangka panjang.
Selain itu, ia menyatakan bahwa jika harga minyak dunia terus stabil, Indonesia mungkin memperluas akses pasar dari kawasan Timur Tengah. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengkonfirmasi bahwa negara masih sangat terbuka untuk kontrak baru impor migas, termasuk dari negara-negara di wilayah tersebut pasca-pelayaran di Selat Hormuz kembali terbuka.
“Kalau harga lebih kompetitif, tentu akan diprioritaskan,” kata Laode saat diwawancarai. Ia menambahkan bahwa jika harga BBM nonsubsidi bakal turun pada bulan mendatang, pemerintah bisa memanfaatkan perubahan ini untuk mengurangi biaya operasional. “Kita akan menggunakan penyesuaian harga sebagai dasar untuk bulan berikutnya,” tambahnya.
Harga Pertamax, yang sebelumnya dipertahankan stabil, diharapkan kembali terkena penyesuaian setelah harga minyak dunia mulai menurun. Pengamat ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi memprediksi bahwa pemerintah sebaiknya menurunkan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, jika perdamaian AS-Iran benar-benar terwujud. “Jika harga minyak dunia turun, pemerintah mestinya juga menurunkan harga BBM,” kata Fahmy.
Selain itu, Fahmy menyebutkan bahwa beberapa indikator lain seperti peningkatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan angka inflasi perlu menjadi acuan untuk mempercepat penyesuaian harga BBM. “Pemerintah harus menurunkan harga Pertamax, tapi kapan? Saya tidak tahu,” ucapnya.
Menurut Fahmy, penyesuaian harga BBM mungkin segera dilakukan setelah pengumuman kenaikan harga di awal bulan lalu oleh Pertamina dan badan usaha (BU) swasta. Meski biasanya penyesuaian harga BBM diumumkan pada tanggal 1, namun kenaikan Pertamax pada 10 Juni menyebabkan ketidakkonsistenan. “Yang tahu persis adalah Bahlil,” kata Fahmy.
Dengan kesepakatan damai AS-Iran, Indonesia diharapkan bisa memperkuat akses impor migas dari Timur Tengah, terutama jika harga minyak dunia kembali stabil. Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian global dan menjamin stabilitas ekonomi nasional.