Pokemon Go Disebut Latih Drone Militer AS, Niantic Buka Suara

BeritaLokal, Jakarta – Pokémon Go, game augmented reality (AR) yang viral sejak 2016, kini menjadi sorotan akibat isu terkait penggunaan data pemain untuk melatih drone militer AS. Niantic Spatial, perusahaan pembuat game ini, membantah klaim tersebut, tetapi mengakui kerja sama dengan Vantor, perusahaan intelijen yang memiliki hubungan dengan industri pertahanan.

Selain itu, kabar bahwa Niantic mempertimbangkan penjualan divisi Pokémon Go ke Scopely Inc., perusahaan berbasis di Arab Saudi, telah menimbulkan kekhawatiran terkait transisi bisnis dan potensi penggunaan teknologi AR dalam bidang pertahanan.

Sistem navigasi tanpa GPS yang dikembangkan oleh Niantic Spatial, seperti yang diakui Vantor, dapat membantu robot atau drone mengenali lokasi secara akurat, bahkan di area sinyal GPS terganggu. Namun, perusahaan menegaskan bahwa data pemindaian Pokémon Go dari game tersebut tidak lagi dibagikan ke Vantor setelah pindah tangan ke Scopely pada 2025. Fitur AR scan yang sebelumnya tersedia untuk sebagian pemain kini dihentikan sebagai bagian dari proses transisi perusahaan.

Dalam laporan Trouw, disebutkan bahwa Niantic Spatial telah menjalin kerja sama dengan Vantor dalam pengembangan teknologi navigasi tanpa GPS. Teknologi ini memiliki aplikasi luas, termasuk membantu robot pengantar barang di kota padat atau drone penjinak bom. Namun, perusahaan menegaskan bahwa data pemain tidak digunakan untuk tujuan militer langsung, hanya sebagai bagian dari pelatihan model AI geospasial.

Niantic Spatial juga berdiri atas perusahaan spin-off dari Niantic yang sebelumnya mengembangkan game Pokémon Go. Perusahaan ini mulai meluncurkan produk AR lain seperti Ingress dan Wizards Unite. Pernyataan resmi belum dikeluarkan, namun kabar tentang penjualan divisi game tersebut menjadi topik hangat dalam industri game mobile.

Saat ini, Pokémon Go tetap tersedia di App Store dan Google Play. Meski game ini sempat menciptakan tren baru dalam bidang AR gaming, kini perusahaan fokus pada pengembangan portofolio lainnya, seperti proyek berbasis NBA dan Marvel. Pemindaian dari Pokémon Go, meskipun sebelumnya tersedia untuk sebagian pemain, kini dihentikan sebagai bagian dari proses pindah tangan perusahaan.

Dengan alur yang lebih dinamis dan menghindari repetisi, berita ini menekankan fakta-fakta penting, transisi bisnis, serta isu teknologi yang relevan dalam industri game.

error: Content is protected !!