Top 3 Tekno: Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17 Sedot Perhatian

BeritaLokal, Jakarta – Tim teknologi Bigetron by Vitality resmi meraih gelar juara MPL ID Season 17 atau MPL ID S17 setelah mengalahkan Onic dalam pertandingan final di babak Grand Final. Performa dominan dari tim robot merah menjadi pemicu kemenangan ini, meski terdapat perlawanan kuat dari Onic yang sebelumnya diperkuat pemain seperti Kiboy, Kairi, dan Kelra.

Selain itu, ChatGPT memperkuat rekornya sebagai aplikasi AI terbesar dengan mencapai 1 miliar pengguna aktif bulanan, mengejutkan para kompetitor di industri teknologi. Dalam kisah ini, rival OpenAI seperti Claude dan Anthropic juga tumbuh secara signifikan. Sementara itu, Google menggugat jaringan kejahatan siber China bernama Outsider Enterprise karena menggunakan Gemini AI untuk melakukan penipuan finansial skala besar.

1. Bigetron by Vitality Juara MPL ID S17 Usai Libas Onic di Final
BTR, tim yang terdiri dari Nnael, Shogun, Morenooo, Finn, dan Emann, menunjukkan dominasi ekstrem pada laga akhir. Mereka memperkuat keunggulan awal lewat perebutan turtle, kemudian mengontrol permainan di early game dengan first blood yang membuat Onic kesulitan menjaga tempo. Pemenangnya mempertahankan dominasi hingga menit terakhir, menyumbangkan skor 4-1 untuk merengkuh gelar juara.

2. ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna, Rival OpenAI Tumbuh 10x Lebih Cepat
ChatGPT mencatatkan rekor baru dengan menembus 1 miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu sekitar tiga setengah tahun setelah diperkenalkan pada November 2022. Angka ini mengalahkan rekor Google Maps, yang membutuhkan lima tahun untuk mencapai jumlah pengguna serupa. Sebaliknya, Anthropic dan Meta AI menunjukkan pertumbuhan persentase lebih tinggi, dengan Claude meningkat sebesar 640% dan Meta AI 973%.

3. Google Gugat Jaringan Siber China Gegara Gemini AI Disalahgunakan
Google resmi melayangkan gugatan ke pengadilan federal New York terhadap Outsider Enterprise, jaringan kejahatan siber asal China yang menggunakan Gemini AI untuk menjual “phishing kit” siap pakai. Laporan The New York Times menyebut bahwa kelompok ini memproduksi lebih dari 9.000 situs palsu dan satu juta URL dengan mengandalkan teknologi AI untuk menghasilkan kode phishing yang akurat.

Dengan tiga berita mendalam ini, kisah teknologi di Indonesia dan dunia terus berkembang, menunjukkan dinamika yang semakin intensif dalam industri AI dan kejahatan siber.

error: Content is protected !!