BeritaLokal, Jakarta – ChatGPT mencatatkan rekor baru di tengah perdebatan seputar masa depan kecerdasan buatan (AI), dengan aplikasi yang dibuat oleh OpenAI memperkuat pangkalan pengguna aktif bulanan hingga 1 miliar. Laporan Sensor Tower menunjukkan, pencapaian ini terjadi dalam kurun waktu sekitar tiga setengah tahun setelah ChatGPT diperkenalkan pada November 2022.
Sementara rekor sebelumnya dipegang oleh Google Maps, yang membutuhkan lima tahun untuk mencapai jumlah pengguna yang sama, ChatGPT mengalahkan milestone tersebut dalam waktu singkat. Pemimpin pasar AI ini tetap menjadi pemenang, tapi persaingan di bidang aplikasi AI semakin sengit. Dalam dua bulan terakhir, pertumbuhan pengguna Claude dari Anthropic (640 persen) dan Meta AI (973 persen) menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi lain juga berusaha memperkuat posisi mereka.
Kontroversi tetap mengalir di balik kabar OpenAI menggabungkan diri dengan Pentagon. Pernyataan tersebut menyebabkan gelombang kekecewaan publik, terutama karena pengguna ChatGPT melonjak hingga 295 persen dalam sehari. Tindakan ini memicu reaksi keras dari para pengguna, sementara antusiasme terhadap aplikasi gratis Claude mencapai puncaknya di App Store iPhone.
CEO OpenAI, Sam Altman, berupaya meredakan kritik dengan menjanjikan perlindungan tambahan untuk teknologi AI mereka, tetapi beberapa analis menyebut komitmen tersebut masih terkesan tidak cukup. Di sisi lain, Anthropic memilih sikap berbeda, menolak memberikan akses model AI untuk pengawasan pemerintah atau pengembangan senjata otonom.
Dalam upaya mengubah ChatGPT menjadi “super app” dengan fitur multifungsi seperti pemrograman, generator gambar, dan alat booking, OpenAI merancang perubahan besar yang akan diluncurkan dalam beberapa pekan depan. Versi gratis aplikasi ini telah menarik jutaan pengguna global, tetapi fokus perusahaan sekarang ditujukan pada bisnis korporatif.
Strategi ini dinilai krusial untuk mendongkrak pendapatan perusahaan, dengan adopsi massal di industri kerja menjadi alat utama mempercepat IPO OpenAI. Perusahaan rintisan yang dipimpin Sam Altman menggandeng waktu go public paling cepat pada September 2026.
Pertumbuhan pesaing dan komitmen krusial OpenAI menunjukkan bahwa masa depan AI tidak lagi bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari ekosistem digital yang terus berkembang.