BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan antariksa SpaceX berhasil memperoleh dana jumbo sebesar Rp 1.339 triliun melalui IPO di bursa Nasdaq, menunjukkan momentum kembangnya dalam mendukung pengembangan layanan satelit dan infrastruktur AI. Elon Musk, pendiri SpaceX, memperkuat visi perusahaan sebagai entitas publik yang akan menggerakkan ekonomi global dengan inisiatif besar-besalnya.
Selain itu, IPO SpaceX juga menarik minat investor karena kinerja finansialnya yang sejak 2015 telah menciptakan arus kas positif, meski perusahaan masih tercatat memiliki kerugian US$ 41,3 miliar sejak didirikan pada 2002. Dalam siaran langsung bersama JPMorgan Chase, Musk memaparkan rencana untuk menempatkan lebih dari 100.000 satelit di orbit, serta membangun pusat data AI di luar angkasa. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterhubungan global dan memperkuat keunggulan teknologi SpaceX dalam bidang komunikasi dan perekonomian digital.
Pada pertama kali melantai, saham SPCX melesat ke level US$ 150 per saham, sempat menyentuh US$ 176,52 selama sesi perdagangan. Kenaikan nilai saham ini menegaskan sentimen positif terhadap kinerja SpaceX, yang juga telah mengakuisisi startup AI xAI pada Februari 2026. Akuisisi tersebut membawa aset penting seperti pusat data Grok, platform chatbot, dan jejaring sosial X (sebelumnya Twitter) ke dalam payung perusahaan.
Kinerja IPO SpaceX tidak hanya menguntungkan Musk sendiri, tetapi juga merangsang kenaikan harga saham Tesla sebesar 1,8 persen, membawa kapitalisasi pasar perusahaan tersebut ke level US$ 1,5 triliun. Meski demikian, perusahaan masih menunjukkan kerugian pada lini bisnis Starlink, yang menjadi satu-satunya divisi yang mencetak keuntungan bersih saat ini.
Dengan IPO ini, Musk kembali mendapatkan status triliuner pertama di dunia, menggabungkan nilai kepemilikan sahamnya di SpaceX dan Tesla. Meski perusahaan masih dalam proses pengembangan, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Musk untuk memperkuat ekosistem teknologi antariksa dan memastikan penguasaan pasar global.
Sementara itu, keberhasilan IPO SpaceX menciptakan momentum positif bagi sektor antariksa, dengan potensi pengembangan lebih lanjut dalam bidang satelit komunikasi dan infrastruktur AI. Perusahaan berharap bisa menjadi pionir teknologi terkini yang memperkuat kemandirian ekonomi di masa depan.