BeritaLokal, Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 29,7 miliar pada periode 2025, naik 57% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh dinamika bisnis rumah sakit, IVF, serta layanan kesehatan terintegrasi yang berkelanjutan.
Selain itu, EBITDA tumbuh 9% YoY menjadi Rp 242 miliar, menunjukkan keberhasilan BMHS dalam mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperkuat ekosistem kesehatan. Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menyatakan capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengeksekusi strategi secara disiplin, termasuk peningkatan kapasitas layanan kesehatan dan ekspansi rumah sakit baru.
Layanan Ibu dan Anak Jadi Tulang Punggung
Segmen layanan ibu dan anak tetap menjadi pilar utama kinerja BMHS. Hingga akhir 2025, jumlah tempat tidur meningkat 4% menjadi 601 unit, seiring dengan konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Volume tindakan bedah juga tumbuh 10% YoY hingga 16 ribu, sementara jumlah hari rawat inap dan pasien rawat inap masing-masing meningkat 2%. Segmen ini menyumbang sekitar 51% dari pendapatan rumah sakit sepanjang tahun.
BMHS memperkuat pusat layanan unggulan (Center of Excellence) untuk kesehatan wanita dan anak, termasuk dukungan dokter spesialis dan subspesialis serta layanan neonatal. RSIA Bunda Jakarta telah berkembang menjadi pusat rujukan nasional dengan 10 tempat tidur NICU. Program Family Integrated Care (FICare) juga dijalankan secara aktif untuk meningkatkan hasil perawatan klinis, terutama pada bayi prematur.
Kinerja Anak Usaha dan Inovasi Medis
Pertumbuhan BMHS ditopang oleh kinerja anak usaha, terutama di sektor fertilitas. Morula IVF tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 41% pada kuartal IV 2025. Jumlah siklus IVF menunjukkan tren positif, dengan fresh cycle meningkat 9% dan naik 8% dibanding periode sebelumnya. Di bidang laboratorium, volume pemeriksaan lonjakan 47% pada kuartal IV 2025, mencapai 957.447 pemeriksaan tahunan.
BMHS juga menjadi pelopor robotic surgery di Indonesia dengan lebih dari 800 tindakan operasi robotik sejak 2013. Proses Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara dilakukan pada Oktober 2025, sementara RSU Bunda Jakarta berhasil menyelesaikan delapan prosedur transplantasi ginjal dengan keberhasilan 100%.
Konsolidasi dan Penguatan Ekosistem Kesehatan
BMHS terus memperkuat ekosistem kesehatan melalui akuisisi rumah sakit baru, yang memberikan kontribusi 30% pertumbuhan sepanjang 2023-2025. Seluruh aset yang diakuisisi telah menciptakan EBITDA positif, menunjukkan efektivitas dalam integrasi dan penguatan kinerja jaringan.
Dengan catatan ini, BMHS terus berperan sebagai pilar kunci dalam industri kesehatan Indonesia, menghadapi tantangan dinamika pasar yang terus berkembang.