Harga Minyak Turun 6% Sepekan, Pasar Sambut Negosiasi Selat Hormuz

BeritaLokal, Jakarta – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam sepekan terakhir setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Perubahan ini mengejutkan pasar, yang sedang sibuk memproses negosiasi antara kedua belah pihak.

Dikutip dari CNBC, harga minyak mentah AS ditutup turun 3,2% ke level US$ 84,88 per barel, sementara minyak acuan global Brent merosot 3,4% menjadi US$ 87,33 per barel. Penurunan ini mencerminkan semangat negosiasi yang semakin mendekatkan kedua negara. Meski demikian, pejabat senior AS Presiden Donald Trump menegaskan bahwa hasil akhir kesepakatan masih belum sepenuhnya pasti.

“Kesempatan tercapai 80%,” ujar Trump dalam wawancara dengan media. Namun ia tetap mempertahankan sikap skeptis, menyebut sistem Iran “sangat rumit” dan sebagian besar pihak yang terlibat ingin menandatangani kesepakatan, meski tidak semuanya. Kesepakatan akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS, pemindahan uranium, serta memperoleh insentif ekonomi dari Iran.

Namun, rincian kesepakatan versi Washington berbeda dengan dokumen yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Iran, Mehr. Dalam dokumen tersebut, AS akan menarik pasukan dari wilayah sekitar Iran, mencabut blokade laut dalam 30 hari, dan memberikan dana rekonstruksi US$ 300 miliar. Iran juga akan membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari dengan pengaturan yang ditetapkan Teheran.

Trump membantah isi dokumen tersebut, mengklaim kelompok garis keras di Iran sengaja memperlihatkan kesepakatan lebih menguntungkan Teheran untuk kepentingan politik domestik. Ia menuding pihak-pihak yang menyebarkan informasi ini adalah bagian dari kampanye disinformasi.

Di tengah saling bantah, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memperkuat peran mediator dalam perundingan. Ia mengklaim bahwa berbagai informasi yang beredar merupakan bagian dari kampanye disinformasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menghambat perdamaian.

“Kampanye disinformasi terus-menerus sedang dijalankan oleh mereka yang ingin menggagalkan kesepakatan damai,” kata Sharif. Ia menegaskan bahwa teks final kesepakatan telah berhasil disusun dan Pakistan saat ini bekerja sama erat dengan kedua pihak untuk menyelesaikan langkah berikutnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengungkapkan optimism. Ia menyatakan bahwa kesepakatan “belum pernah sedekat ini untuk terwujud” dan meminta media tidak berspekulasi sebelum proses finalisasi selesai.

Perdana Menteri Pakistan menegaskan bahwa peluang perdamaian kini berada pada titik paling dekat. “Perdamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang,” ujarnya. Perubahan ini menjadi momen kritis bagi kedua negara yang tengah menghadapi konflik global terkait Timur Tengah.

Harga minyak akan disampaikan secara resmi pada waktu yang ditentukan, sementara pihak-pihak terlibat menunggu keputusan akhir. Dengan semakin dekatnya kesepakatan, para ahli memprediksi bahwa harga minyak dunia bisa kembali stabil atau bergerak lebih rendah dalam beberapa minggu mendatang.

error: Content is protected !!