BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) resmi meluncurkan program buyback saham sebesar maksimal Rp 500 miliar dalam periode Juni hingga September 2026. Program ini dijalankan menggunakan dana internal perusahaan, menunjukkan adaptasi BRI terhadap dinamika pasar yang terus berfluktuasi pada tahun 2026.
Selain itu, pelaksanaan buyback saham 2026 akan dilakukan sesuai ketentuan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Peraturan No.13/2023 tentang kebijakan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di kondisi pasar berfluktuasi, serta POJK 29/2023 terkait pembelian kembali saham perusahaan terbuka. Dalam catatan BEI, BRI menekankan bahwa program ini dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar, mengacu pada kebijakan pelaksanaan buyback yang ditetapkan OJK.
Saham hasil buyback akan digunakan untuk pembelajaran saham pekerja dan direksi dewan komisaris, sesuai ketentuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Proses ini berlangsung melalui bursa efek, dengan satu anggota bursa efek yang terlibat.
Di sisi lain, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyoroti pentingnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menghadapi era digital. Ia menyatakan bahwa perbankan sekarang tidak hanya bergantung pada jaringan cabang dan layanan fisik, melainkan harus terus bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin digitalkan. Menurut Hery, AI dan generative AI menjadi kunci inovasi perbankan, karena teknologi ini tidak hanya otomatisasi tetapi juga mengubah pola interaksi nasabah, saluran distribusi layanan, dan persaingan dalam sektor keuangan.
Evolusi perbankan di Indonesia dari era cek hingga digitalisasi jelas terlihat dalam perkembangan teknologi. Brett King, penulis terkemuka di bidang perbankan, menegaskan bahwa bank adalah perusahaan teknologi dengan izin bisnis khusus. Dengan kondisi seperti ini, Hery menyimpulkan bahwa perubahan tidak hanya terhadap digitalisasi, tetapi juga pada AI dan generative AI menjadi keharusan untuk menjaga relevansi BRI di tengah persaingan global.
Program buyback saham 2026 dan upaya transformasi teknologi menggambarkan visi BRI untuk bertahan dalam era digital. Dengan strategi ini, perusahaan berupaya memperkuat posisi pasar sekaligus menunjukkan komitmen terhadap inovasi di bidang keuangan.
Artikel Terkait
OJK Tutup Snapboost, Jual Cuang Lik‑Share Tak Sah
28 Juli 2026
Premi Kendaraan Listrik Bisa Naik 20 Persen
28 Juli 2026
KUR Perumahan BRI Capai 91% Target Tahun 2026
28 Juli 2026
Bunga Simpanan Tetap di atas Tingkat Penjaminan LPS
27 Juli 2026
DPR Dukungan Komdi: Bangun Infrastruktur Internet 3T
27 Juli 2026
Harga Emas Antam Melambung Rp 10.000 pada 27 Juli 2026
27 Juli 2026
Konsolidasi BPR OJK Sebut 200 Bank masih Proses Merger
26 Juli 2026
Harga Emas Antam 26 Juli 2026 Tetap Stabil Daftar Lengkap
26 Juli 2026
Memuat komentar...