Wadirut Pertamina Tekankan Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

BeritaLokal, Jakarta – Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan pentingnya kolaborasi lintas subholding dan unit bisnis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menyampaikan pesan tersebut saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas operasi Pertamina di Jawa pada 5 Juni 2026, dengan fokus pada pengembangan sinergi antarbisnis untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di Pulau Jawa.

Selain itu, Oki menegaskan bahwa seluruh entitas Pertamina harus bersatu dalam semangat “One Pertamina” untuk menghadapi tantangan operasional secara bersamaan. Ia menyebutkan bahwa sinergi bukan hanya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, tetapi juga memastikan pasokan energi bagi masyarakat dan industri tetap stabil. “Klaster Jawa memiliki kebutuhan energi yang sangat besar, sehingga semua lini bisnis harus bersinergi dari hulu hingga hilir,” ujar Oki dalam pidato tersebut.

Di lokasi Kilang Balongan, salah satu fasilitas dengan kompleksitas terbesar di Pertamina, Oki menekankan pentingnya optimisasi operasional untuk memenuhi kebutuhan BBM di Jawa Bagian Barat. Fasilitas ini mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi sebanyak 150 ribu barrel per hari. Sementara itu, Early Production Facilities (EPF) Struktur Akasia Prima di Lapangan Jatibarang menjadi bagian strategis hulu migas Pertamina EP, yang beroperasi di tiga kabupaten yakni Indramayu, Cirebon, dan Majalengka. Proyek pengembangan struktur Akasia Prima ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, OPF Balongan, fasilitas pemrosesan gas bumi di Kabupaten Indramayu, juga menjadi bagian penting dalam sinergi lintas bisnis. Fasilitas ini telah beroperasi sejak 2014 dan memproses gas bumi hasil produksi dari lapangan lepas pantai PHE ONWJ sebelum disalurkan ke konsumen. Kapasitasnya mencapai 40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Oki juga menegaskan pentingnya percepatan eksekusi program kerja yang telah direncanakan, terutama dalam situasi ketidakpastian global. Ia menyebutkan bahwa target dan strategi operasional sudah ditetapkan, sehingga seluruh karyawan Pertamina harus fokus pada implementasi secara bertahap. “Dalam kondisi tidak menentu seperti saat ini, kita harus memaksimalkan potensi energi domestik untuk menjaga ketahanan energi nasional dan keberlanjutan bisnis,” kata Oki.

Kunjungan MWT tersebut juga berkesinambung mempererat kolaborasi antarfungsionaris dan subholding, sekaligus mempercepat penyelesaian tantangan operasional. Pertamina diharapkan terus menunjang kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui optimisasi produksi energi nasional.

error: Content is protected !!