Buah Sinergi Pemerintah dan BI: IHSG Menghijau, Rupiah Menguat

BeritaLokal, Jakarta – Penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia memperkuat keyakinan pasar, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 7,57 persen mencapai 5.746 pada perdagangan Selasa (9/6/2026), sementara nilai tukar rupiah menguat 0,66 persen ke level 18.050 per USD. Kebijakan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memulihkan sentimen pasar.

Penguatan ini tidak terlepas dari langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah bersama BI. Salah satunya adalah meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah melalui penguatan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Dalam upaya ini, BI menaikkan suku bunga SRBI untuk memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri serta mengantisipasi risiko keluarnya modal dari pasar domestik. Pada 13 Mei lalu, suku bunga SRBI enam bulan, sembilan bulan, dan 12 bulan masing-masing dinaikkan menjadi 6,21%, 6,31%, dan 6,45%.

Selain itu, pemerintah memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah dengan bunga yang lebih menarik. Kebijakan moneternya juga diperkuat dengan kenaikan BI-Rate 25 basis poin menjadi 5,50% pada RDG Minggu (9/6/2026), sementara suku deposit facility dan lending facility dinaikkan ke 4,50% dan 6,25%.

Kondisi ekonomi Indonesia tetap kokoh meski di tengah tantangan geopolitik global. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa perekonomian masih solid dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% Q3/2026 dan inflasi sebesar 3,08% Q2/2026. Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat mengatakan kestabilan ini jauh dari kondisi krisis 1998, dengan indikator makro menunjukkan perekonomian tetap berada di jalur aman.

Sementara itu, pasar saham dan valuta asing memberi sinyal positif. IHSG melonjak 7,57% ke level 5.746, sementara rupiah menguat 0,66% ke posisi 18.050 per USD. Dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar, BI tetap memastikan keseimbangan supply dan demand di tengah pelemahan rupiah. Penguatan ini diharapkan mendorong investor untuk lebih yakin dalam menginvestasikan modal mereka.

error: Content is protected !!