[BeritaLokal], Jakarta – Pertamina Patra Niaga kembali mengambil keputusan strategis dalam menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya untuk produk Pertamax dan Pertamax Green, sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan dinamika pasar keekonomian nasional. Penyesuaian ini bukan langkah acak, melainkan hasil dari proses evaluasi berkala yang dipertimbangkan secara sistematis dan dikoordinasikan langsung dengan pemerintah sebagai regulator, sesuai dengan mekanisme tata kelola energi yang berlaku.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat. “Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” tutur Roberth, yang menekankan bahwa keputusan ini dibuat dengan konsultasi penuh dengan regulator dan berdasarkan data pasar global serta kondisi ekonomi domestik.
Perubahan harga ini mencakup dua produk utama: Pertamax (RON 92) yang dinaikkan dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter, serta Pertamax Green (RON 95) yang naik dari Rp12.900/liter menjadi Rp17.000/liter. Penyesuaian ini tidak hanya mencerminkan kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi juga dampak dari biaya logistik, tenaga kerja, dan biaya operasional di seluruh jaringan SPBU. Sementara itu, produk lain seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada di harga Rp20.750/liter, serta produk Dex Series (Dexlite dan Pertamina Dex) tetap stabil di Rp23.000/liter dan Rp24.800/liter, masing-masing.
Sangat penting untuk dicatat bahwa produk BBM bersubsidi, Pertalite dan Biosolar, tetap tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap di Rp10.000/liter, dan Biosolar tetap di Rp6.800/liter, menunjukkan komitmen Pertamina terhadap kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga akses energi bagi masyarakat dengan harga tetap dan terjangkau. Ini menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya mempertimbangkan keuntungan, tetapi juga keseimbangan ekonomi dan sosial.
Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa pasokan BBM nonsubsidi tetap aman dan terjamin di seluruh jaringan SPBU nasional. “Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” ujar Roberth, menambahkan bahwa masyarakat dapat mengakses informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina, website www.pertaminapatraniaga.com, dan aplikasi MyPertamina.
Dengan penyesuaian harga yang transparan dan berbasis data, Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas pasar BBM, menjaga kualitas layanan, dan memenuhi ekspektasi masyarakat yang terus meningkat dalam kebutuhan energi berkualitas tinggi. Dalam konteks global yang dinamis, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Pertamina tetap berfungsi sebagai perusahaan distribusi energi yang tanggap, berorientasi pada kepentingan nasional, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan layanan energi bagi Indonesia.