Melayani Negeri Selama 125 Tahun, Pegadaian Terus Bertransformasi Menjawab Kebutuhan Zaman

Pegadaian menandai 125 tahun perjalanan dengan pertumbuhan laba 40%, melayani 19 juta nasabah, dan memperkuat layanan investasi emas serta bullion.

PerbesarFoto dok. Pegadaian

, Jakarta – PT Pegadaian terus menunjukkan konsistensinya sebagai perusahaan jasa keuangan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Setelah lebih dari satu abad melayani masyarakat Indonesia, perusahaan kini tidak hanya mempertahankan eksistensinya, tetapi juga terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan finansial yang semakin beragam.

Memasuki usia 125 tahun, Pegadaian berhasil berkembang dari layanan gadai konvensional menjadi penyedia solusi keuangan yang lebih luas dan berbasis digital. Transformasi tersebut turut memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem investasi emas dan layanan bullion di Indonesia.

Perluasan bisnis yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan kinerja perusahaan. Berbagai inovasi layanan yang dihadirkan membuat Pegadaian mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat daya saing di tengah perubahan industri keuangan yang berlangsung cepat.

Hingga saat ini, Pegadaian melayani lebih dari 19 juta nasabah di berbagai wilayah Indonesia. Jangkauan tersebut didukung oleh lebih dari 4.000 outlet yang beroperasi di seluruh pelosok Tanah Air.

Kepala Departemen Layanan Outlet dan Prioritas PT Pegadaian, Shinta Kusumastuti, mengatakan kepercayaan nasabah menjadi faktor utama yang mendukung capaian positif perusahaan sepanjang 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 19 juta nasabah Pegadaian. Berkat kepercayaan yang begitu besar, Pegadaian berhasil membukukan pencapaian yang cukup luar biasa di tahun 2025. Laba bersih perusahaan tumbuh signifikan sebesar 40% hingga menyentuh angka sekitar Rp 8,3 triliun. Tidak hanya itu, Pegadaian juga kokoh mempertahankan pangsa pasar (market share) gadai nasional di kisaran 80%,” ungkap Shinta.

Transformasi Layanan dan Produk Jadi Kunci Pertumbuhan

PerbesarFoto dok. Pegadaian

Di tengah ketatnya kompetisi industri jasa keuangan dan disrupsi digital, Pegadaian tetap relevan dan tumbuh secara berkelanjutan dengan berbagai strategi layanan, diantaranya melalui transformasi Layanan Berbasis Pengalaman (Customer Experience), perusahaan secara konsisten menaikkan standar kualitas pelayanan di seluruh titik interaksi (touchpoints). Komitmen pelayanan prima ini diterapkan secara merata, baik pada interaksi langsung di jaringan outlet maupun melalui kenyamanan kanal digital. Juga Pegadaian jeli melihat pergeseran kebutuhan finansial masyarakat. Fleksibilitas organisasi dibuktikan melalui pengembangan lini produk investasi modern seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, hingga ekspansi ke bidang bullion services (Layanan Bank Emas) pertama di Indonesia yang berizin resmi OJK.

Transformasi Budaya Internal dengan menerapkan prinsip Think Like a Customer, Pegadaian mengakselerasi performa melalui reformasi dan internalisasi budaya kerja. Setiap Insan Pegadaian didorong untuk menggeser pola pikir tradisional “customer think” menjadi “think like a customer”. Melalui paradigma ini, karyawan tidak sekadar memikirkan nasabah, tetapi dilatih untuk berempati penuh dan memahami kebutuhan finansial dari sudut pandang nasabah secara langsung.

Menatap masa depan, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus menjaga standar kualitas layanan terdepan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ketulusan pelayanan (high touch) dan inovasi teknologi digital (high tech), Pegadaian optimis dapat terus mengawal kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menyukseskan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia.