Penembakan di Festival Musim Panas Ohio, 12 Orang Terluka

Kini, korban penembakan dilaporkan dalam kondisi kritis.

PerbesarIlustrasi Tembakan (Steve Buissinne/Pixabay).

, Washington D.C – Sedikitnya 12 orang terluka akibat penembakan yang terjadi di dekat Festival Old West End di Toledo, Ohio, Amerika Serikat, pada Sabtu (6/6/2026) sore waktu setempat. Polisi menduga aksi tersebut melibatkan sedikitnya dua pelaku yang kemungkinan saling baku tembak di tengah keramaian festival.

Wakil Kepala Kepolisian Toledo Joseph Heffernan mengatakan insiden terjadi sesaat setelah pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, ratusan pengunjung tengah menghadiri festival tahunan yang menjadi salah satu acara komunitas terbesar di kota tersebut.

“Setidaknya dua penembak kemungkinan saling menembak,” kata Heffernan, dikutip dari laman NBC News, Minggu (7/6).

Dari 12 korban, dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis. Sementara itu, para pelaku masih buron hingga Sabtu malam dan tengah diburu aparat kepolisian.

Letnan Polisi Toledo Dan Gerken mengatakan usia korban berkisar antara 14 hingga 61 tahun. Sebagian besar korban berusia awal 20-an.

Festival Old West End merupakan agenda tahunan yang populer di Toledo, menampilkan pertunjukan musik langsung, pasar kuliner, taman bir, serta berbagai kegiatan untuk anak-anak dan keluarga.

Polisi menyatakan penyelidikan masih berada pada tahap awal. Aparat saat ini sedang memeriksa keterangan korban dan saksi serta meninjau rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif penembakan.

Heffernan mengatakan pengamanan festival sebenarnya telah diperketat dengan penambahan personel kepolisian, petugas keamanan swasta, serta penggunaan kamera pengawas bergerak di lokasi acara.

“Sangat disayangkan ketika beberapa orang, dengan alasan apa pun yang ada di kepala mereka, memutuskan untuk mengganggu sesuatu yang telah menjadi acara komunitas yang dicintai selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Gubernur Ohio, Mike DeWine, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Dalam unggahan di media sosial X, ia menegaskan festival musim panas seharusnya menjadi tempat yang aman bagi keluarga untuk berkumpul tanpa rasa takut terhadap kekerasan.

“Fran dan saya mendoakan semua orang yang terdampak insiden di Festival Old West End. Kami yakin aparat penegak hukum akan menemukan para tersangka yang terlibat dalam kejahatan yang tidak masuk akal ini,” tulis DeWine.

Hingga kini, pihak penyelenggara belum memastikan apakah Festival Old West End akan kembali dibuka pada Minggu (8/6) di tengah penyelidikan yang masih berlangsung.



error: Content is protected !!