BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui platform LinkUMKM BRI, yang telah membantu sebanyak 16,46 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas akses pasar, meningkatkan kemampuan administrasi, dan mendorong bisnis naik kelas hingga April 2026. Platform ini tidak hanya menjadi wadah pendampingan tetapi juga pusat pelatihan digital yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
LinkUMKM BRI menyediakan enam fitur utama, termasuk UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB). Fitur UMKM Smart, yang menjadi andalan, memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan penilaian mandiri. Selain itu, fitur Self-Assessment Naik Kelas memungkinkan pelaku usaha mengukur kapasitas bisnis mereka melalui sistem digital dan mendapatkan rekomendasi pelatihan sesuai kategori usaha, seperti UMKM tradisional, berkembang, atau modern.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam mendapatkan informasi pasar dan meningkatkan kemampuan administratif. Platform ini juga berperan sebagai jawaban atas tantangan utama UMKM, seperti keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka.
Dalam program pemberdayaan digital, LinkUMKM menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup pengembangan teknis dan non-teknis. Materi disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga pembelajaran menjadi aplikatif. “Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya,” kata Akhmad.
Selain itu, LinkUMKM BRI terus memperluas akses pembelajaran dan pendampingan melalui ekosistem digital yang terintegrasi. Program ini bertujuan untuk mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan berkontribusi besar pada perekonomian nasional. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di LinkUMKM BRI.
Platform ini telah memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, seperti Shinta Paramarti dari Jakarta Timur, yang menjual kain tradisional melalui berbagai kanal, termasuk marketplace dan social commerce. Dengan akses pembelajaran di LinkUMKM, KainIndonesia.co mampu memperkuat pengelolaan bisnis dan memperluas jaringan usaha.
Dalam konteks penerapan praktis, LinkUMKM BRI menawarkan berbagai fitur seperti modul pelatihan, konsultasi dengan pakar UMKM, serta event rutin yang menginspirasi pengusaha untuk berkembang. Platform ini diharapkan mampu menjadi solusi terpadu dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Artikel Terkait
Sistem Resi Gudang Ikan Kayu Ikan Asap Jadi Jaminan Usaha
26 Juli 2026
Bedah Rumah Mudah, Tidak Wajib Sertifikat Tanah
25 Juli 2026
BI Tekankan Kualitas Kredit UMKM, Bukan Sekadar Angka
24 Juli 2026
Business Matching Breaks Rp 1,22 Miliar In BEC SCF 2026
24 Juli 2026
Jartatel Tuntut Transparansi Biaya Relokasi Kabel di Jakarta
23 Juli 2026
Bali Tutup 18 Bidang Usaha bagi Investasi Asing
23 Juli 2026
UMKM dan Solopreneur OJK Dorong Ekosistem Beyond Banking
23 Juli 2026
Ethno Carnival 2026 Banyuwangi Ramai, 90% Penerbangan
22 Juli 2026
Memuat komentar...