Berikut 10 saham top gainers pada 2-5 Juni 2026 saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8,6 %.
PerbesarAktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (/Angga Yuniar)
, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan saham 2-5 Juni 2026. IHSG sepekan meninggalkan posisi 6.000. Di tengah koreksi IHSG itu, ada saham yang mencatat kenaikan besar atau top gainers.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (6/6/2026), IHSG turun 8,69% menjadi 5.594,76 dari pekan lalu di posisi 6.127,38. Koreksi IHSG diikuti kapitalisasi pasar BEI yang merosot 8,59% menjadi Rp 9.807 triliun dari pekan lalu Rp 10.729 triliun.
Demikian juga rata-rata nilai transaksi harian yang terpangkas 5,71% menjadi Rp 26,97 triliun dari pekan lalu Rp 28,38 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan susut 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari pekan lalu 2,11 juta kali transaksi.Peningkatan diikuti rata-rata volume transaksi harian BEI dengan meningkat 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan lalu.
Pada pekan ini, saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mencatat kenaikan 77,73% menjadi Rp 750 per saham dari pekan lalu Rp 422 per saham. Disusul saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang melambung 74,24% menjadi Rp 230 per saham dari pekan lalu Rp 132 per saham. Kemudian saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) turun 38,26% menjadi Rp 1.030 per saham dari pekan lalu Rp 745 per saham.
Berikut 10 saham yang catat kenaikan terbesar atau top gainers sepekan dari data BEI:
1.PT PT Multi Medika Internasional Tbk
Harga saham MMIX melambung 77,73% menjadi Rp 750 per saham dari pekan lalu Rp 422 per saham.
2.PT Nusantara Almazia Tbk
Saham NZIA melambung 74,24% menjadi Rp 230 per saham dari pekan lalu Rp 132 per saham.
3.PT Satu Visi Putra Tbk
Saham VISI melonjak 38,26% menjadi Rp 1.040 per saham dari pekan lalu Rp 745 per saham.
4.PT MNC Digital Entertainment Tbk
Saham MSIN melonjak 31,71% menjadi Rp 540 per saham dari pekan lalu Rp 410 per saham.
Top Gainers Lainnya
PerbesarKaryawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (/Angga Yuniar)
5.PT Asiaplast Industries Tbk
Saham APLI melonjak 29,01% menjadi Rp 338 per saham dari pekan lalu Rp 262 per saham.
6.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Saham DSSA melonjak 23,98% menjadi Rp 610 per saham dari pekan lalu Rp 492 per saham.
7.PT Daaz Bara Lestari Tbk
Saham DAAZ melonjak 21,05% menjadi Rp 1.840 per saham dari pekan lalu Rp 1.520 per saham.
8.PT Mutuagung Lestari Tbk
Saham MUTU melonjak 11,43% menjadi Rp 117 per saham dari pekan lalu Rp 105 per saham.
9.PT Sinar Mas Multiartha Tbk
Saham SMMA melonjak 11,27% menjadi Rp 20.000 per saham dari pekan lalu Rp 17.975 per saham.
10.PT Alakasa Industrindo Tbk
Saham ALKA melonjak 10,91% menjadi Rp 610 per saham dari pekan lalu Rp 550 per saham.
IHSG Sepekan Turun 0,56%, Rebalancing MSCI hingga Rupiah jadi Pemicu
PerbesarSuasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (/Angga Yuniar)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 25-29 Mei 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal, salah satunya rebalancing MSCI.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (30/5/2026), IHSG terpangkas 0,56% menjadi 6.127,38 dari penutupan pekan lalu di 6.162,04. Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun pada pekan lalu.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono mengatakan, koreksi IHSG dipicu sejumlah faktor. Pertama, hari perdagangan yang relatif pendek pada pekan ini. “Kedua, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya saat dihubungi.
Ketiga, rebalancing MSCI. Keempat, investor masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran.
Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan terperosok 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI turun 15,60% menjadi 30,95 miliar saham dari pekan lalu 36,67 miliar saham pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan terperosok 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari pekan sebelumnya Rp 21,77 triliun.
Di sisi lain, investor asing melepas saham Rp 12,34 triliun selama sepekan. Aksi jual saham oleh investor asing pada pekan ini lebih besar dari pekan lalu yang mencapai Rp 807,68 miliar.
Dari 11 sektor saham, mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham energi turun 1,17%, sektor saham industri terperosok 2,3%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,45%, dan sektor saham perawatan kesehatan turun 2,2%.
Sektor saham keuangan terpangkas 1,16%, sektor saham properti dan real estate susut 1,96%, sektor saham teknologi tergelincir 0,87%.
Di sisi lain, sektor saham basic materials bertambah 0,79%, sektor saham consumer siklikal naik 0,02%, sektor saham infrastruktur melemah 3,87% dan sektor saham transportasi dan logistic melompat 4,69%.
