Dukung Pariwisata, Imigrasi Sumut Siap Kawal Kedatangan 254 Pelari Mancanegara pada Event Trail of The Kings 2026

BeritaLokal, Medan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., kembali mengikuti rapat koordinasi penyelenggaraan ajang internasional Trail of The Kings (TOTK) 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (5/6). Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memastikan kelancaran proses kedatangan dan pelayanan keimigrasian peserta mancanegara dalam acara yang akan berlangsung di Kabupaten Samosir sebelum 11-14 Juni 2026.

Dr. Parlindungan menegaskan komitmen jajaran Imigrasi untuk mendukung aktivitas tersebut dengan penerapan protokol ketat, termasuk penggunaan konter layanan keimigrasian khusus di Bandara Kualanamu. “Kami siapkan fasilitas khusus untuk mempercepat proses pemeriksaan para peserta,” kata mantan kepala Divisi Imigrasi Biro Perekonomian Sumsel ini. Dalam pertemuan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Imigrasipenggunaan visa, agar semua peserta dapat menggunakan visa sesuai tujuan kedatangannya dan mencegah kendala administratif selama pelaksanaan acara.

Selain itu, petugas Imigrasi akan siagakan di lokasi kegiatan untuk memberikan layanan informasi dan asistensi langsung kepada peserta asing. “Petugas kami akan berada di setiap titik kunci agar bisa menangani keluhan atau pertanyaan peserta secara cepat,” kata Iwan Irawan, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut. Dalam rapat ini, Parlindungan juga memerintahkan panitia penyelenggara untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyukseskan proses penyambutan dan kedatangan peserta dari luar negeri.

TOTK 2026 diharapkan menghadirkan 1.015 pelari, dengan 254 peserta berasal dari 34 negara. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempromosikan keindahan alam dan potensi pariwisata Kabupaten Samosir serta Danau Toba kepada dunia. Kesiapan Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut dalam mendukung event internasional tersebut telah diapresiasi oleh Pemprov Sumsel, yang menganggapnya sebagai bagian dari sinergi antarinstansi untuk mendorong sektor pariwisata dan menjaga tertib administratif keimigrasian.

Upaya ini selaras dengan amanat Menimbang Agus Andrianto dalam 15 Program Aksi Imigrasi, yang menekankan pentingnya sinergi dalam membangun sistem keimigrasian yang efektif. Dukungan dari pemerintah dan instansi terkait diharapkan mampu menjembatani antara kepentingan ekonomi, pariwisata, dan kebijakan hukum di Sumatera Utara.

Artikel Terkait

0