Rupiah Masih Loyo, Kurs Jual BRI Sentuh 18.150 per Dolar AS

Simak kurs rupiah dan dolar AS hari ini di 4 bank besar.

PerbesarPetugas menghitung uang pecahan US$100 di pusat penukaran uang, Jakarta, , Rabu (12/8/2015). Reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-JK, nilai Rupiah terahadap Dollar AS hingga siang ini menembus Rp 13.849. (/Johan Tallo)

, Jakarta – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin terlihat dari kurs dolar Amerika Serikat (AS) yang dipatok sejumlah bank besar nasional. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), kurs jual dolar di beberapa bank telah berada di atas level Rp 18.000, mencerminkan pelemahan mata uang Garuda di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Berdasarkan data kurs perbankan, kurs e-Rate Bank Central Asia (BCA) menetapkan harga beli dolar AS sebesar 18.020 dan harga jual Rp 18.040. Sementara itu, kurs Special Rate Bank Negara Indonesia (BNI) berada di level beli Rp 18.018 dan jual Rp 18.038.

Di sisi lain, Bank Mandiri mencatat kurs Special Rate dengan harga beli Rp 18.050 dan harga jual Rp 18.080. Adapun e-Rate Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang diperbarui pada 4 Juni 2026 menunjukkan kurs beli Rp 17.948 dan kurs jual Rp 18.150, menjadi salah satu level jual tertinggi di antara bank-bank besar tersebut.

Perbedaan kurs antar bank menunjukkan variasi kebijakan masing-masing perbankan dalam merespons pergerakan pasar valuta asing. Namun secara umum, seluruh kurs tersebut mengindikasikan dolar AS masih bertahan di atas level Rp 18.000.

Di pasar spot, rupiah juga masih bergerak dalam tekanan. Pada pembukaan perdagangan Jumat, mata uang Indonesia tercatat melemah 17 poin atau sekitar 0,09% ke posisi Rp 18.066 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 18.049 per dolar AS.

Meski demikian, pergerakan di pasar menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Berdasarkan pantauan Google Finance pada pagi hari, dolar AS sempat berada di level Rp 18.040 sebelum bergerak ke kisaran Rp 18.027 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.

“Untuk perdagangan Jumat mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.050 – Rp 18.120,” kata Ibrahim.

 

Pelaku Pasar Hati-Hati

PerbesarTeller tengah menghitung mata uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Junat (23/11). Nilai tukar dolar AS terpantau terus melemah terhadap rupiah hingga ke level Rp 14.504. (/Angga Yuniar)

Menurutnya, pelaku pasar masih berhati-hati menyikapi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Meskipun Amerika Serikat mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, implementasi di lapangan masih menjadi perhatian investor.

Selain itu, laporan mengenai serangan rudal Iran yang menyasar Kuwait dan Bahrain, serta aksi militer Amerika Serikat terhadap Pulau Qeshm milik Iran di dekat Selat Hormuz, turut meningkatkan kekhawatiran pasar global.

Di saat yang sama, operasi militer Israel di Lebanon selatan juga terus berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi dunia yang dapat mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dengan kurs jual dolar di sejumlah bank besar telah bergerak di rentang Rp 18.038 hingga Rp 18.150, pelaku pasar kini menanti apakah rupiah mampu bertahan di bawah level Rp 18.100 atau justru melanjutkan pelemahan seiring meningkatnya risiko global. 



error: Content is protected !!