Direktur Bumi Resources Minerals (BRMS) Adrian Wicaksana membeli saham BRMS dengan harga Rp 500-Rp 580 per saham.
PerbesarPekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (/Angga Yuniar)
, Jakarta – Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Adrian Wicaksono membeli saham BRMS pada awal Juni 2026. Tujuan pembelian saham BRMS itu untuk investasi.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (5/6/2026), Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Adrian Wicaksono membeli saham BRMS sebanyak tiga kali transaksi. Pertama, ia membeli 350.000 saham BRMS dengan harga Rp 580 per saham pada 2 Juni 2026. Kedua, ia membeli saham BRMS pada 3 Juni 2026 sebanyak 160.000 dan 300.000 dengan harga masing-masing Rp 500 dan Rp 530 per saham. Dengan demikian,total pembelian saham itu sebanyak 810.000 saham dengan nilai Rp 442 juta.
“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.
Setelah transaksi pembelian saham BRMS, ia mengenggam 810.000 saham BRMS.
Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 4 Juni 2026, harga saham BRMS melemah 2,8% menjadi Rp 520 per saham. Harga saham BRMS berada di level tertinggi Rp 535 dan level terendah Rp 468 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 73,73 triliun.
Sementara itu, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang pada perdagangan saham Kamis, 4 Juni 2026. Namun, IHSG ditutup di bawah level 6.000 dan seluruh sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 1,7% menjadi 5.839,78. Indeks saham LQ45 merosot 1,37% menjadi 560,91. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG bergerak di zona merah dan sempat turun lebih dari 4%. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.644,23. Sebanyak 623 saham melemah sehingga membebani. 106 saham menguat dan 85 saham diam di tempat.
Sektor Saham
PerbesarKaryawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (/Angga Yuniar)
Transaksi perdagangan saham cukup ramai Kamis pekan ini. Total frekuensi perdagangan 2.291.822 kali dengan volume perdagangan saham 39,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.047.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 0,81%, sektor saham basic merosot 0,78%, sektor saham industri terpangkas 4,07% dan catat koreksi terbesar.
Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,36%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,48%, sektor saham kesehatan turun 1,81%. Lalu sektor saham keuangan terperosok 2,04%, sektor saham properti melemah 3,28%, sektor saham teknologi terpangkas 0,48%. Kemudian, sektor saham infrastruktur turun 2,34% dan sektor saham transportasi merosot 1,39%.