BeritaLokal, Jakarta – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Capaian ini menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir, menunjukkan momentum perusahaan dalam memperkuat kapasitas migas nasional.
Selain produksi, PHI juga mencatat peningkatan cadangan migas terbukti (1P) sebesar 193% dari target RKAP 2025, dengan realisasi kuartal pertama 2026 menunjukkan kinerja yang sangat baik. Direktur Utama PHI Sunaryanto mengatakan pencapaian ini diakibatkan oleh komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas. “Kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero),” ujar Sunaryanto dalam keterangan tertulis.
Produksi rata-rata PHI mencapai 44,42 ribu barel per hari (MBOPD) atau sebesar 107,29 persen dari target RKAP, sementara produksi gas bumi tercatat 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 101,34 persen. Pemegang saham tetap mendorong PHI untuk terus memperkuat upaya peningkatan produksi guna mendukung target 2026.
Pada RUPST Tahunan 2025 yang dihadiri Komisaris Utama Meidawati, Muharram Jaya Panguriseng (Direktur Eksplorasi PHE) memberikan apresiasi atas kinerja PHI. Menurutnya, perusahaan berhasil mempertahankan kesehatan operasional yang baik dalam bidang keselamatan kerja, produksi, dan pengendalian biaya. “Kami mengakui bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari investasi selective, inovasi filling the gap, serta optimasi baseline dan well intervention,” kata Muharram.
Di sisi lain, PHI mencatat realisasi 32 juta jam kerja selamat hingga Mei 2025, dengan TRIR (Rate of Recordable Injury) sebesar 0,14, lebih rendah dari batas toleransi 0,19. Upaya mitigasi risiko lingkungan juga mendapat perhatian, dengan pengurangan emisi karbon hingga 215 kiloton di tahun 2025. Auditor eksternal menyatakan laporan keuangan konsolidasi PHI telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAKI).
Capaian ini memperkuat posisi PHI sebagai kontributor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan migas yang berkelanjutan. Perusahaan terus menempuh strategi investasi di eksplorasi dan eksploitasi untuk menjawab permintaan energi terbarukan di Indonesia.
Artikel Terkait
Produksi Migas PHE Mencapai 935 Mboepd dalam 6 Bulan
28 Juli 2026
RUPST Pertamina Hulu Rokan: Perkuat Kemandirian Energi
4 Juni 2026
Strategi Keuangan Luncur Saat BI Rate Naik ke 5,75%
20 Juni 2026
Bitcoin Dikabarkan Akan Berkurang, Analis Mengingatkan Trader Jangan Panik
20 Juni 2026
Harga Emas 20 Juni 2026: Tiga Pemecahan yang Menarik dari UBS, Antam, dan Galeri24!
20 Juni 2026
Rupiah Mengembalikan Level 18.000 Setelah Rate Melompat Kembali!
20 Juni 2026
Harga Emas Dunia Menurun Akibat Penguatan Dolar AS
20 Juni 2026
Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Bagi Bisnis Hotel
19 Juni 2026
Memuat komentar...