Dolar AS Sentuh Rp 18.000 Hari Ini

BeritaLokal, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah pada Kamis, 4 Juni 2026, hingga mencapai level Rp 18.003 per dolar. Dalam jangka pendek, analisis prediksi menyebutkan bahwa dolar AS akan bergerak di kisaran Rp 17.960-Rp 18.030. Pemicu utamanya terkait sentimen global dan ekonomi domestik yang memperkuat kekhawatiran tentang inflasi dan arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed).

Pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, rupiah mengalami penurunan sebesar 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 17.966 per dolar AS. Pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa pelemahan rupiah yang mendekati level Rp 18.000 lebih dipengaruhi oleh sentimen global dan rumor di pasar. Ia menyoroti bahwa konflik geopolitik, seperti operasi militer Israel di Lebanon dan serangan rudal Iran ke Kuwait serta Bahrain, menjadi faktor kunci.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi global, sehingga mendorong spekulasi bahwa The Fed akan tetap menahan kebijakan suku bunga tinggi. Data laporan ketenagakerjaan ADP pada Selasa, 2 Juni 2026, menunjukkan peningkatan jumlah lowongan kerja secara tak terduga di AS, yang memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral AS akan tetap bersikap ketat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah klaim bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kondisi fiskal pemerintah. Ia menegaskan bahwa pergerakan kurs dalam beberapa hari terakhir lebih berasal dari spekulasi dan rumor di pasar. “Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar,” katanya dalam wawancara dengan Antara. Ia mengatakan bahwa tidak pernah mengeluarkan isu terkait stress test rupiah sebesar Rp 18.000.

Kewenangan pengelolaan nilai tukar rupiah, menurut Purbaya, merupakan kewajiban Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter. Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar. “Pertama, jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar,” kata Purbaya. Jika diperlukan, pemerintah siap meningkatkan koordinasi dengan BI untuk memastikan kestabilan pasar.

Sementara itu, rupiah terus berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, mencapai level Rp 17.966 per dolar AS. Meski belum mencapai ambang psikologis Rp 18.000, kenaikan kecil ini memperlihatkan dinamika terus berlangsung. Dalam rangka menjaga stabilitas, BI dan pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global serta sentimen pasar.

BeritaLokal, Jakarta

Artikel Terkait

0