Tambang Bitcoin di Brasil Manfaatkan Listrik dari Ampas Tebu

Adecoagro berencana menjalankan tambang Bitcoin di Brasil dengan memanfaatkan listrik dari biomassa ampas tebu melalui kerja sama dengan Tether.

PerbesarIlustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

 

, Jakarta – Perusahaan agroindustri asal Amerika Latin, Adecoagro, berencana meluncurkan operasi penambangan Bitcoin di Brasil dengan memanfaatkan energi terbarukan yang berasal dari tebu.

Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu (3/6/2026), rencana tersebut diungkapkan melalui pengumuman yang dipublikasikan di laman hubungan investor perusahaan. Dalam proyek ini, Adecoagro menggandeng perusahaan penerbit stablecoin Tether untuk mengembangkan fasilitas penambangan Bitcoin berbasis energi hijau.

Kolaborasi tersebut akan menggabungkan infrastruktur energi milik Adecoagro dengan perangkat keras penambangan Bitcoin. Sumber listrik yang digunakan berasal dari biomassa tebu, khususnya bagasse atau ampas tebu yang tersisa setelah proses pengolahan.

Selama ini, Adecoagro telah memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik di sejumlah pabriknya di Brasil. Dengan demikian, proyek ini tidak bergantung pada pasokan listrik dari jaringan umum, melainkan memanfaatkan sumber energi terbarukan yang sudah tersedia dalam operasional perusahaan.

Meski demikian, pengumuman tersebut belum mengungkap rincian operasional yang lebih spesifik. Hingga saat ini belum ada informasi mengenai kapasitas hashrate, target produksi Bitcoin, maupun jadwal pasti pelaksanaan proyek.

Pengumuman yang disampaikan lebih menekankan pada komitmen kerja sama dan arah pengembangan proyek dibandingkan pencapaian operasional yang telah berjalan.

 

Energi Ampas Tebu Dinilai Tekan Biaya Penambangan Bitcoin

PerbesarIlustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Adecoagro memiliki bisnis terintegrasi yang mencakup produksi gula, etanol, dan energi di sejumlah fasilitas di Brasil. Sebagai bagian dari operasionalnya, perusahaan telah menghasilkan kelebihan listrik dari biomassa tebu yang selama ini menjadi produk sampingan kegiatan pertanian.

Biaya listrik merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam industri penambangan Bitcoin. Karena itu, kemampuan menghasilkan listrik sendiri dari limbah pertanian dinilai dapat memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan.

Model ini memungkinkan perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga listrik dari jaringan umum sekaligus mengendalikan biaya energi secara lebih efisien. Pendekatan tersebut menjadi dasar utama strategi bisnis proyek penambangan Bitcoin yang tengah dikembangkan Adecoagro.

Strategi serupa sebelumnya juga digunakan sejumlah perusahaan tambang Bitcoin yang memanfaatkan sumber energi berlebih atau energi yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal. Dengan memiliki kendali atas rantai pasokan energi, perusahaan dapat memperoleh keunggulan biaya yang tidak sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga Bitcoin.

Meski demikian, sejumlah aspek penting masih menunggu kepastian. Pengumuman yang tersedia baru mengonfirmasi kerja sama antara Adecoagro dan Tether serta penggunaan energi terbarukan sebagai sumber daya utama.

Informasi mengenai kapasitas listrik yang akan dipasang, tingkat hashrate yang ditargetkan, jadwal implementasi proyek, hingga nilai investasi yang dibutuhkan masih belum diumumkan.



error: Content is protected !!