Ketegangan Amerika Serikat dan Iran meningkat sehingga mendorong lonjakan harga minyak dan wall street tertekan bebani bursa saham Asia Pasifik.
PerbesarBursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026).AP Photo/Eugene Hoshiko)
, Jakarta – Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik mengikuti wall street karena ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) membuat harga minyak tetap tinggi, memicu kekhawatiran tentang energi dan inflasi.
Mengutip CNBC, Bandara Internasional Kuwait dihantam oleh Iran pada Rabu pagi, hanya sehari setelah Komando Pusat AS mengatakan telah mengalahkan beberapa rudal balistik dan drone Iran, serta meluncurkan “serangan pertahanan diri” di Pulau Qeshm di Teluk Persia. Ini sebagai tanggapan terhadap “upaya serangan” oleh Teheran.
“Jika perlu, Israel dan AS siap untuk menyerang Iran lagi,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada CNBC dalam sebuah wawancara eksklusif.
“Israel siap dan pasukan AS siap. Saya pikir Iran harus mempertimbangkan hal itu. Saya pikir mereka mempertimbangkannya, tetapi mereka bermain api,” Netanyahu menambahkan.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 2% dan ditutup pada US$ 96,02 pada Rabu, sementara patokan internasional minyak mentah Brent naik hampir 2% dan ditutup pada US$ 97,81 per barel.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 2%, tetapi indeks Kosdaq untuk perusahaan berkapitalisasi kecil naik lebih dari 2% setelah perdagangan dilanjutkan usai libur. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,4% setelah mencapai rekor tertinggi pada sesi sebelumnya, sementara indeks Topix turun 0,91%. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,84%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.312, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 25.633,21.
Kontrak berjangka yangdengan S&P 500 turun 0,5%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,6%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average diperdagangkan sedikit lebih tinggi.
Di wall street, Indeks Dow Jones Industrial Average yang terdiri dari 30 saham turun 620,72 poin, atau 1,21%, dan berakhir di 50.687,07 pada Rabu. S&P 500, turun 0,74% dan ditutup di 7.553,68, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,89% menjadi 26.853,98.
Penutupan IHSG 3 Juni 2026
PerbesarSuasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (/Immanuel Antonius)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG hari ini tertekan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 17.970.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini terpangkas 4,11% menjadi 5.941,06. Indeks saham LQ45 merosot 4,89% menjadi 588,99. Seluruh indeks saham acuan melemah.
IHSG belum mampu bangkit seiring 692 saham yang tertekan. 69 saham menguat dan 54 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.761.582 kali dengan volume perdagangan saham 39,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.970.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, salah satu tekanan IHSG didorong nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Nilai tukar rupiah sudah melemah 17.900, rekor baru lagi,” kata dia.
Sektor Saham
PerbesarBeralih ke bursa asing, bursa saham Asia kompak berada di zona hijau. (/Angga Yuniar)
Selain itu, ia menilai, koreksi IHSG didorong sentimen negatif seiring lembaga pemeringkat Moody’s Ratings telah memberikan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Selain itu, prospek negatif untuk semua peringkat. Moody’s menyebutkan telah memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program obligasi jangka menengah global (MTN) tanpa jaminan senior yang didirikan oleh DIM. Obligasi dalam program ini dapat diterbitkan oleh DIM sendiri atau oleh DIM dan anak perusahaan penerbit secara bersama-sama dan terpisah. Kami juga telah memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi tanpa jaminan senior yang diusulkan yang diterbitkan oleh DIM.
“Penetapan Moody’s terhadap peringkat Danantara Invesment Management di Baa2 dengan outlook negatif tentu dikhawatirkan persepsi bagi investor terhadap risiko tata kelola, kebijakan dari stakeholder ke depan meskipun peringkat Baa2 merupakan level investment tetapi prospek negatif dari Moody’s menyebabkan outflow asing, lihat saya rupiah,” ujar Nafan saat dihubungi.
Selain itu, Nafan menilai, efek penyesuaian oleh MSCI pada awal Juni dan FTSE Russell pada 22 Juni juga menyebabkan sentimen negatif bagi investor asing.
Seluruh sektor saham melemah. Sektor saham basic merosot 9,05%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham energi terpangkas 5,61%, sektor saham industri tergelincir 3,54%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 3,99%.
Lalu sektor saham siklikal terperosok 3,23%, sektor saham kesehatan merosot 4,36%, sektor saham keuangan turun 1,76%. Selain itu, sektor saham properti melemah 3,48%, sektor saham teknologi tergelincir 2,93%, sektor saham infrastruktur melemah 5,05%, dan sektor saham transportasi turun 4,15%.
